Kepala Inspektorat dan Kadistan Taput Tinjau Langsung Progres Pekerjaan Proyek Dana PEN

Kepala Inspektorat, Manoras Taraja didampingi Kadistan, SEY Pasaribu meninjau beberapa proyek bersumber dari dana PEN.

Taput, Lintangnews.com | Mewakili Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan, Kepala Inspektorat, Manoras Taraja didampingi Kepala Dinas Pertanian (Kadistan), SEY Pasaribu bersama salah satu Kepala Bidang (Kabid), Refan Nababan dan konsultan proyek dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Dinas Pertanian (Distan), Julian Sihombing turun langsung meninjau progres pekerjaan di beberapa tempat, Senin (14/12/2020).

Manoras menyampaikan, saat ini banyak informasi, baik itu di media sosial (medsos) dan pemberitaan mass media akan adanya beberapa proyek bersumber dari dana PEN diduga dikerjaan terkesan asal jadi dan tanpa pengawasan dari instansi terkait.

“Makanya kita coba turun langsung untuk menindak lanjutinya. Jadi teman-teman pers yang ikut kunjungan saat ini bisa lihat sendiri kalau kondisi proyek-proyek dari Distan tampak sepertinya bagus, terlebih progres pengerjaannya sudah sesuai dengan apa yang tertuang di Rencana Anggaran Biaya (RAB). Mudah-mudahan para petani bisa lebih baik untuk mempergunakannya dan merawatnya,” sebut Manoras.

Pihaknya berharap kepada Kepala Dinas (Kadis) untuk mendorong agar dinas terkait bisa lebih mefokuskan para rekanan untuk bisa melaksanakan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Tujuannya agar bisa selesai dan dikerjakan dengan lebih bagus lagi.

Sementara Kadistan, SEY Pasaribu menjelaskan, saat ini beberapa proyek dari Distan progres pelaksanaan pekerjaannya sudah pada posisi 85 persen, dengan 3 jenis nomenklatur pekerjaan.

Seperti Jalan Usaha Tani (JUT) sebanyak 170 paket, pembangunan jaringan irigasi desa 20 paket dan sumur tanah dangkal 60 paket, sehingga total keseluruhannya 250 paket proyek tersebar di 15 Kecamatan.

“Kedepannya saya berharap kepada para petani di Taput bisa juga merawat dan memelihara serta menjaga proyek yang telah diberikan pemerintah. Ini agar kedepannya bisa berkelanjutan untuk dipergunakan anak cucu kita,” paparnya. (Pembela)