Kepsek Hasut Pangulu Sayur Matinggi Depak Guru yang Enggan Tebus SK Perpanjangan

Kepsek SDN 095220 di Kecamatan Ujung Padang, Elpine Saragih.

Simalungun, Lintangnews.com | Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 095220, Elpine Saragih diduga menghasut Pangulu Nagori Sayur Matinggi, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun guna mendepak keluar guru di sekolah itu, Debora Sitorus karena enggan menebus Surat Keterangan (SK) perpanjangan mengajar.

Informasi diperoleh, Jumat (23/8/2019) menyebutkan, akibat kolaborasi tidak sehat yang dilakukan oleh oknum Kepsek itu, terhitung bulan Februari sampai saat ini, Debora tidak diberikan gaji oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun. Alias dibekukan gajinya.

“Ada kawan kami yang juga guru Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kecamatan Ujung Padang sampai saat ini belum menerima gajian. Gajinya dibekukan oleh Disdik Simalungun gara-gara tidak mau membayar SK perpanjangan tugas,” tulis WhatsApp (WA) narasumber.

Lanjutnya, kemarin mereka sudah ketemu dengan Kepsek dan berjanji menuntaskan persoalan itu. Kepsek justru ingkar janji dan guru itu justru dikucilkan di sekolahnya. Namun guru itu tetap melaksanakan tugasnya, walaupun tak digaji.

Mirisnya lagi, saat Debora Sitorus kemarin ke kantor Disdik di Pematang Raya menanyakan gajinya malah cuek. Bahkan dirinya bersama suaminya jatuh dari sepeda motornya di Perdagangan sepulang dari Disdik.

Terkait hal itu, dihubungi via telepon seluler, Debora tidak membantah kebenaran informasi yang diperoleh. Debora menjelaskan, dirinya sudah mengkonfirmasi Pangulu Nagori Sayur Matinggi.

“Pangulu Nagori Sayur Matinggi, Ibnu Najar membenarkan dirinya bersama oknum Kepsek dan Komite Sekolah ada mendatangi dinas. Tetapi saat saya minta bukti tandatangan masyarakat dimaksud, oknum Pangulu tak menunjukkan,” ucap Debora.

Debora juga mempertanyakan hubungan Pemerintahan Nagori atas ketidak harmonisan dirinya dan Kepsek.

“Dijawab Pangulu, jika laporan Kepsek saya tidak aktif dalam melaksanakan tugas. Padahal kan ada daftar hadir,” tukasya.

Disebutkan Debora, yang dialaminya ini berawal saat Kepsek menagih pembayaran SK perpanjangan tugas sebesar Rp 1,2 juta.

“Semua yang saya alami itu berawal dari enggan menebus SK. Lalu Kepsek bilang gaji saya dibekukan dinas,” ungkapnya.

Elpine Saragih yang coba dikonfirmasi melalui telepon seluler justru nekad memberikan handphone (HP) miliknya kepada seorang laki-laki.

“Kepsek sedang ada kerja ke Disdik. Saya penjaga sekolah,” sebutnya. (Zai)