Kepsek SDN 091274 Sahkuda Bayu Ngaku Lakukan Pungutan Seijin Disdik Simalungun

Kepsek SD Negeri 091274 Sahkuda Bayu, Rosmaniar Simanjuntak dan Kabid SD Disdik Simalungun, Janulingga Damanik.

Simalungun, Lintangnews.com | Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 091274 Sahkuda Bayu, Rosmaniar Simanjuntak ngaku memungut sebesar Rp 25 ribu per siswa-siswi untuk pembuatan saluran pembuangan limbah Mandi Cuci dan Kakus (MCK) sekolah atas seijin Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun.

“Boleh, tetapi tidak memaksa. Ya dengan musyawarah, dengan mereka bersedia. Bukan pungutan itu loh pak. Kalau pungutan gak dibolehi dinas. Yang namanya sumbangan, tidak terikat dan tak terus menerus,” ucap Rosmaniar, Senin (21/10/2019) di ruang kerjanya.

Menurutnya, pihak sekolah tidak ada menganjurkan Rp 25 ribu per siswa. Tetapi para orang tua siswa yang bilang seperti itu. “Kalau saya mengatakan, ini tergantung kemampuan orang tua. Kalau dia mau kasih Rp 100 ribu, ya silahkan,” terangnya terkait anjurannya.

Dirinya juga membantah sejumlah tudingan terhadap dirinya. Seperti kerap melakukan pungutan liar (pungli) dan menerapkan denda kepada siswa-siswi yang terlambat masuk sekolah. Kemudian mendenda para anak didik yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Ini termasuk memungut dana sebesar Rp 3.500 per siswa sebagai upah para guru honor di sekolah. Dan sebesar Rp 12.000 per siswa untuk uang perpisahan kepada guru yang pensiun.

“Ah gak benar itu. Baru 6 bulan saya Kepsek. Saya rasa belum ada guru yang pensiun selama disini. Kalau Rp 25 ribu untuk pembuatan saluran limbah MCK itu seijin dinas,” ucapnya melemah.

Sebelumnya terkait maraknya pungutan yang diduga merupakan pungli di tingkat Sekolah Dasar, Kabid SD Disdik Pemkab Simalungun, Janulingga Damanik membantah. “Tak satu pun Kepsek koordinasi kepada saya,” tegasnya. (Zai)