Ketua Bapilu PDI-P Sumut : Hefriansyah Bukan Petugas Partai

Siantar, Lintangnews.com | Pernyataan Wali Kota Siantar, Hefriansyah yang menyatakan dirinya sebagai petugas partai mendapat kecaman dari Mangapul Purba selaku Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDI-Perjuangan Sumatera Utara (Sumut).

Mangapul mempertanyakan pernyataan Hefriansyah yang menyatakan dirinya sebagai petugas partai.

“Petugas partai apa dia (Hefriansyah). Kalau petugas partai itu sudah pengurus partai,” sebut anggota DPRD Sumut ini, Kamis (9/1/2020).

Ditambahkan Mangapul, antara Hefriansyah dengan Leonardo Simanjuntak merupakan hubungan atasan dengan bawahan di lingkungan lembaga eksekutif, antara Wali Kota dengan Asisten I Pemko Siantar.

“Mana ada hubungannya dengan petugas partai, lagian dulu Hefriansyah itu dibawa Partai Demokrat. Kok ada hubungannya sama PDI-Perjungan. Leo juga jangan asal ngomong,” ucap Mangapul dari seberang telepon.

Dijelaskannya, Hefriansyah hanya sebatas mendaftar ke PDI-Perjuangan, sehingga mempertanyakan sejak kapan orang nomor 1 di Siantar itu menjadi petugas partai.

“Di berita lintangnews.com, Leonardo Simanjuntak jumpa sama Hefriansyah, nggak boleh gitu dong. Jangan bawa-bawa partai PDI-Perjuangan. Urusan mereka itu kan antara atasan dengan bawahan. Sehingga antara eksekutif dan PDI-Perjuangan hanya berada di tugas masing-masing, jangan dikait-kaitkan. Nanti rakyat jadi salah tafsir. Kalau ini diteruskan, kita akan buat somasi. Jangan macam-macam mereka. Ini masih bisa kita toleransilah, jangan bawa nama-nama partai di eksekutif. Itu tidak ada diatur dimana pun. PNS itu kan punya aturan tersendiri, jangan bawa-bawa partai di urusan eksekutif,” tutup Mangapul.

Seperti diberitakan sebelumnya, Leo menceritakan awal pergeseran dirinya ketika Minggu (5/1/2020) dipanggil Ajudan Wali Kota agar menghadap Wali Kota, Hefriansyah di rumah dinas (rumdis) Jalan Kapten MH Sitorus, Kecamatan Siantar Barat.

Tiba di tempat sekira pukul 20.00 WIB, awalnya Leo bertemu dengan Timbul Simanjuntak salah seorang pejabat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Asisten Administasi Umum Pemko Siantar, Pardamean Silaen di ruang tunggu.

Selanjutnya Pardamean menyuruhnya masuk ke dalam rumdis sesuai dengan petunjuk Ajudan Rilan Pohan dan Hefriansyah sudah menunggunya.

Wali Kota pun menyalam Leo dan langsung memulai pembicaraan dengan menanyakan tentang istrinya yang memiliki marga apa dan asal dari mana?

Setelah dijawab pertanyaan itu, Hefriansyah menyatakan, jika dirinya sudah menjadi petugas partai. “Saya bertanya petugas partai apa bapak?. Beliau (Hefriansyah) menjawab partai PDI-Perjuangan. Awalnya saya (Hefriansyah) dan Boby mau maju ke Medan, tetapi Boby mengatakan Siantar sajalah urus, dan ini harus perjuangan keras dan bila perlu raja tega,” tulis Leo menirukan pembicaraan saat itu bersama Hefriansyah.

Selanjutnya ia pun menanyakan maksud pernyataan Wali Kota tersebut. Namun Hefriansyah bertanya kembali tentang siapa yang akan didukungnya dalam Pilkada 2020 nantinya. “Saya jawab siap mendukung pimpinan,” jelasnya.

Tetapi Hefriansyah memintanya untuk bekerjasama mulai dari bulan Januari sampai dengan Agustus 2020 ini. Namun, dengan catatan ia harus diberhentikan dari jabatannya sebagai Asisten I. “Itu maksudnya raja tega,” terang Leo.

Dengan alasan itu, Leo pun merasa bingung. “Apakah mungkin saya dipercaya orang membantu memenangkan bapak kalau saya tanpa jabatan. Sebagai contoh tetangga bapak ini pimpinan gereja kami di GKPI, ketika saya minta bantu apakah dia percaya,” tulis Leo saat menjelaskan pernyataan itu pada pertemuan mereka.

“Wali Kota menjawab, bawa kesini semua orang-orang yang gak percaya itu biar kujelaskan. Dan kalau nanti menang, ya sudah pasti menang, minta apa saja jabatan yang abang inginkan nanti,” terang Leo menirukan perkataan Hefriansyah.

Lanjut Leo, jika Hefriansyah menjelaskan, hal tersebut sudah keputusannya. “Kalau itu keputusannya, saya bilang itu hak Wali Kota. Tetapi saya bilang akan tanya istri bersedia membantu atau tidak,” jelas Leo yang selanjutnya mengakhiri pertemuan tersebut dan pamit pulang.

Usai pertemuan tersebut, Leo mengatakan, tidak langsung dicopot dari jabatannya. Hanya saja, Senin (6/1/2020) ketika ada pelantikan pejabat Jabatan Pratama Tinggi dilakukan Wakil Wali Kota, Togar Sitorus, hanya ada seorang 1 orang yang dilantik yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Reinward Simanjuntak yang dulu Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP).

“Karena tidak ada lagi pelantikan soal rotasi JPT itu, saya bekerja seperti biasa. Bahkan saya ikut dalam kunjungan anggota DPR RI, Jumart Girsang pada tanggal 7 Januari 2020,” jelas Leo. (Elisbet)