Ketua GMKI Siantar-Simalungun Himbau Masyarakat Waspadai ‘Serangan Fajar’

Ketua GMKI Siantar-Simalungun, May Luther Dewanto Sinaga.

Siantar, Lintangnews.com | Tinggal hitungan hari, masyarakat Indonesia merayakan pesta demokrasi melalui Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019.

Masyarakat akan memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, serta DPRD Kabupaten/Kota.

Ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon dan rendahnya pengetahuan politik menyebabkan sering terjadinya pelanggaran kampanye dalam Pemilu. Salah satu bentuk pelanggaran yang mungkin terjadi adalah politik uang (money politic).

“Masyarakat Indonesia terkhusus di kota Siantar dihimbau dapat merayakan pesta demokrasi dengan bersih,” sebut May Luther Dewanto Sinaga selaku Ketua terpilih Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Siantar-Simalungun, Rabu (20/3/2019).

Luther berharap masyarakat Siantar menolak money politic yang dilakukan beberapa oknum calon. karena ini menyangkut kepentingan bangsa 5 tahun kedepannya.

Dia menuturkan, dalam bahasa Indonesia, money politic berarti suap. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jika suap adalah uang sogok. Luther berpendapat, politik uang adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang baik, supaya tidak menjalankan haknya untuk memilih, maupun melakukan haknya dengan cara tertentu.

Luther menghimbau masyarakat Siantar untuk menolak money politic, karena hal tersebut merupakan bentuk pelanggaran kampanye.

“Bentuk money politic yang biasa dilakukan bisa berupa uang atau barang kepada masyarakat dengan tujuan untuk menarik simpati masyarakat agar memberikan suaranya untuk calon yang bersangkutan. Dan masyarakat terkadang menyebut menyebut money politic dengan ‘serangan fajar’.

Luther juga mengatakan, GMKI Siantar-Simalungun selaku control social siap membantu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Siantar dalam mengawasi segala bentuk tindakan pelanggaran kampanye.

Ini termasuk membantu KPUD Siantar mensukseskan Pemilu 2019 demi masa depan bangsa dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik, khususnya di Siantar. (rel)