Ketua Kompakmas RI Labura Sebut Listrik PLN Hidup Mati Tanpa Pemberitahuan  

Ketua LSM Kompakmas RI Labura, Ervin N Dasopang.

Labura, Lintangnews.com | Masyarakat Kecamatan NA IX-X, Kecamatan Aek Natas dan sekitarnya, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) kecewa terhadap PT PLN.

Pasalnya, arus listrik sering hidup mati tidak ada perkiraan mau jam berapa saja dan tanpa ada pemberitahuan. Ini juga terjadi ketika mau ibadah, dan keperluan rumah tangga, terutama dunia pendidikan serta usaha yang menggunakan arus listrik.

Ketua LSM Kompakmas RI Labura, Ervin N Dasopang mengatakan, jengkel atas pelayanan PLN yang tidak memberitahukan informasi baik melalui pengumuman, selebaran atau media sosia (medsos) jika ada perbaikan jaringan atau lain sebagainya.

“Saat ini negara kita dalam pandemi Covid-19, berdampak kerugian besar bagi masyarakat akibat aktivitas terganggu apalagi saat ini serba online termasuk dunia pendidikan daring/luring anak sekolah signal jaringan ikut down,” sebutnya, Selasa (3/8/2021).

Dia menuturkan, pihaknya siap untuk menjembati masyarakat bertemu dengan pihak PLN atas kerusakan elekronik yang diakibatkan arus listrik yang hidup mati.

Salah seorang warga Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX-X, Sofyan menilai, PLN tidak mengetahui kondisi serta situasi masyarakat dan sepertinya tak ada aturan.

“Kalau kita hitung dalam 1 hari diduga lebih dari 10 kali arus listrik hidup mati. Ini membuat masyarakat terkadang terlontar bahasa seperti ini ‘tidak ada lawan bisnis kok sering mati,” paparnya.

Dirinya juga meminta agar ada informasi aktual dari PLN jika ada pemadaman atau perbaikan, terutama pada saat ibadah dibutuhkan penerangan listrik bagi umat  muslim dan non muslim dalam beribadah.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan terkait hak dan kewajiban konsumen pada pasal 29 ayat 1  disebutkan konsumen berhak untuk:

A. mendapat pelayanan yang baik. B mendapat tenaga listrik secara terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik. C memperoleh tenaga listrik yang menjadi haknya dengan harga yang wajar. D mendapat pelayanan untuk perbaikan apabila ada gangguan tenaga listrik. E mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/ atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik.

Saat wartawan berulang kali menghubungi petugas PLN Kabupaten Labura dengan nomor kontak 0852 9709 **** dan 0813 6137 **** tidak menjawab sampai berita dikirimkan ke redaksi. (Sofyan)