Simalungun, Lintangnews.com | Ketua Maujana Nagori Bahal Batu, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Sapruddin Purba turut berorasi sebelum memberangkatkan salah satu bakal pasangan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati, Minggu (6/9/2020) kemarin.
Sapruddin berorasi dari atas truk trailer sebelum memberangkatkan salah satu Balon Bupati dan Wakil Bupati di pelataran lapangan pariwisata, Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar.
Sesuai videonya, Sapruddin menyampaikan, atas perintah, Amran Sinaga (Wakil Bupati Simalungun saat ini) melalui rapat 2 hari lalu, jika sudah jelas bersangkutan (Amran Sinaga) tidak bisa naik ke atas panggung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020.
“Disebabkan kaki kami dipotong Anton Saragih dan tangan kami dipenggal Radiapoh Hasiholan Sinaga. Tak lain adalah Bakal Calon (Balon) Bupati Simalungun lainnya. Maka Amran menyatakan, kita tidak bisa ikut kontestasi. Dan bertanya kepada relawan yang militan dan sejak bulan November 2020 tanpa dibayar hingga hari ini. Selanjutnya saya serahkan pada musyawarah,” paparnya.
Sapruddin menjelaskan, itu hanya analogi saja, bahwa manusia kan berjalan memakai kaki dan kalau tak ada tangan, maka tidak bisa memegang sesuatu.
“Jadi bang Amran itu kan dia tidak bisa maju. Tidak bisa berjalan. Karena Partai NasDem itu kan pada akhirnya diambil Anton Saragih-Rospita Sitorus. Begitu juga PKS diambil Radiapoh. Sementara, PKS itu sudah selesai sama kita. Tahapan, prosedural dan batu demban sudah kita selesaikan itu. Kira-kira, begitulah analoginya, supaya bisa dipahami. Bukan berarti bunuh-bunuhan dan itu tidak,” jelas Sapruddin.
Ditanya maksud dari batu demban yang disebut dan ikut dalam persoalan dimaksud, Sapruddin mengatakan, itu hal biasa. “Namanya partai politik (parpol) kan, tau sama tau. Kan ada mahar politiknya. Artinya kita sudah memenuhi tahapan dan prosedural,” katanya.
Kembali ditanya, apakah termasuk Perangkat Nagori Bahal Batu, Sapruddin membenarkan. “Iya. Jadi kan sudah abang tanyakan dan sudah paham. Analoginya itu. Karena, kita menganalogikan sesuatu itu, supaya bisa dipahami kalimat seperti itu,” terangnya.
Sapruddin menyampaikan, perlu menjadi catatan ke situ hanya mengantarkan. “Artinya, Amran Sinaga meminta kita mengantarkan Balon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun ke KPUD,” ujarnya sembari meminta tidak usah dipanas-panasi. (Zai)


