Ketua Pospera Toba Sesalkan Aksi Pungli Alasan Cenderamata Mantan Kadisdik Samosir

Ketua Pospera Toba, Jefri Siahaan.

Toba, Lintangnews.com | Ketua DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Toba, Jefri Siahaan menyayangkan aksi dugaan pungutan liar (pungli) terhadap para guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan alasan cinderamata untuk Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemkab Samosir inisial RCH pada bulan Mei tahun 2021 lalu.

Sementara itu diketahui RCH pindah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) di Disdik Pemkab Toba.

“Jika pengutipan itu benar, maka menciderai warga dan dunia pendidikan di Toba. Bayangkan seseorang yang didatangkan dari luar Toba untuk mengisi jabatan di Disdik ternyata diduga melakukan tindakan tidak terpuji di daerah asalnya,” tukas Jefri, Senin (21/6/2021).

Dia menilai, jika pengutipan itu benar dan sudah dikembalikan, seharusnya yang bersangkutan mengakuinya secara gentleman. Bukan malah menyuruh orang lain melakukan bantahan di media sosial (medsos).

Jefri menilai, hal ini perlu menjadi bahan evaluasi kepada Bupati Toba, Poltak Sitorus dan DPRD setempat. “Sesuai diskusi kami dengan salah satu anggota DPRD Toba, segera akan menyurati agar dibentuk Panitia Khusus (Pansus) karena beberapa seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Toba diduga ada permainan,” tukasnya.

Pihaknya juga meminta Bupati jangan mengangkat RCH menjadi Kadisdik Toba. Pasalnya  sudah beredar di masyarakat, jika RCH dalam waktu dekat ini akan menjabat sebagai orang nomor 1 di Disdik Toba.

“Informasi di Samosir, RCH pernah melakukan pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada guru-guru dari tingkat SD dan SMP pada tahun 2019 di Hotel JTS, dengan memungut biaya sebesar Rp 200.000 bagi yang mau mengikutinya,” papar Jefri.

Sementara menurut Jefri, guru-guru yang diundang mengikuti diklat tidak dipungut biaya apapun. Karena semua biaya akomodasi dan sertifikat dibiayai dari Disdik. “Ini malah yang diundang untuk diklat yang membayar kegiatan itu,” paparnya. (Frengki)