KNPI Siantar Nilai Hilangnya Masjid Al-Jihad Bentuk Intimidasi PT Telkom Indonesia

213
Ketua DPD KNPI Kota Siantar, Ilal Mahdi Nasution dan gedung Balai Merah Putih serta Masjid Al-Jihad.

Siantar, Lintangnews.com | Masjid Al-Jihad yang berada di komplek Telkom, Jalan WR Supratman Kota Siantar kini tinggal cerita.

Sejak dibangunnya menjadi Balai Merah Putih yang peresmiannya dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Telkom Indonesia, Alex J Sinaga beberapa waktu lalu. Hanya saja sayangnya, Masjid tersebut tak terlihat lagi.

Masjid Al-Jihad terdaftar di Sistem Informasi Masjid Kementrian Agama (Kemenag) dengan Nomor ID. 01.6.02.27.02.0000.29 berdiri tahun 2005 dengan tipologi sebagai Masjid Jami dan status tanahnya merupakan tanah wakaf. Ini sesuai Keputusan Menteri Agama (Menag) Nomor : 394 Tahun 2004 tentang Penetapan Status Masjid Wilayah.

Hal itu disampaikan Ilal Mahdi Nasution selaku Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Siantar saat dikonfirmasi, Selasa (18/11/2019).

Diceritakannya, di atas tanah bangunan Masjid Al-Jihad kini berdiri gedung milik PT Telkom Indonesia atau Grapari Telkom Group. Sehingga menurutnya, hilangnya Masjid Al-Jihad merupakan bentuk intimidasi PT Telkom Indonesia bagi umat Islam di Siantar yang dikenal sebagai Kota Toleran di Indonesia.

“KNPI Kota Siantar sebagai wadah pemuda yang di dalamnya bernaung Organisasi Kepemudaan Islam (OKI) mendesak PT Telkom Indonesia Cabang Siantar dengan 3 tuntutan,” tukasnya.

Yakni membangun kembali Masjid Al-Jihad di tempat yang semula. Kedua, meminta PT Telkom Indonesia meminta maaf kepada umat Islam di Siantar melalui media nasional maupun lokal selama 7 hari berturut-turut. Terakhir, meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencopot Dirut PT Telkom Indonesia dan Kepala Cabang PT Telkom Indonesia Santar.

“Apabila tuntutan kami tidak digubris, kami akan melakukan aksi unjuk rasa dengan gelombang massa yang besar,” tutup Ilal. (Elisbet)