Komnas PA : Copot 3 Oknum Guru SMKN 3 Siantar Terduga Predator Seksual Anak 

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

Jakarta, Lintangnews.com | Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait angkat bicara terkait 3 orang oknum guru SMK Negeri 3 Siantar yang diduga melakukan perbuatan cabul terhadap salah seorang siswi di sekolah itu.

Menurut Arist Merdeka, kejahatan seksual merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime), sehingga penanganannya juga harus dilakukan luar biasa,  cepat, tepat dan berkeadilan bagi korban.

“Jika pihak Kepolisian dan sekolah sudah mempunyai dua alat bukti yang cukup atas dugaan terjadinya kejahatan seksual yang dilakukan 3 oknum guru itu lingkungan sekolah, maka tidak ada alasan untuk tidak meneruskan perkara ini,” sebut Aris Merdeka, Minggu (17/2/2019), di sela-sela mengisi acara Dialog Anak Pagi di Komnas PA TV di bilangan Pasar Rebo Jakarta Timur.

Menurutnya, berdasarkan ketentuan pada 78 di UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,  maka pihak sekolah  dan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara diminta tidak menutup-menutupi terjadinya peristiwa itu. Namun justru wajib ikut serta mengungkap tabir  yang telah terjadi di lingkungan sekolah.

“Kita meminta sekolah untuk tidak melakukan ancaman, penekanan dan intimidasi kepada korban untuk tidak melaporkan terjadinya perkara itu kepada pihak Kepolisian,” sebut Arist Merdeka.

Pihaknya juga meminta Disdik untuk bertindak membantu mengungkap peristiwa yang menjijikkan dan tak bermartabat itu, sehingga berkeadilan bagi korban dan menjadi pelajaran bagi lembaga pendidikan baik  yang dikelolah oleh pemerintah dan swasta di Indonesia.

Lanjut Arist Merdeka, mengingat ancaman pidana kurungan minimal 5 tahun dan dapat dihukum sumur hidup bagi siap apun pelaku atau predator kejahatan seksual terhadap anak, apalagi dilakukan guru di lingkungan sekolah,  maka tidak ada alasan untuk tidak meneruskan perkara tersebut.

“Jika ketiga oknum guru itu terbukti secara sah melakukan tindak kejahatan seksual terhadap muridnya, kita mendesak mencopot dan segera melaporkan ke pihak Kepolisian,” desak Arist Merdeka.

Untuk memastikan dugaan tindak pidana kejahatan seksual yang dilakukan 3 oknum guru berinisial masing-masing DFP, EBB dan TR, Komnas PA segera menerjunkan Relawan Sahabat Anak Indonesia dari Medan dan Tim Investigasi guna berkoordinasi dengan Disdik, Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 3 Siantar dan Kapolres Simalungun.

Sebelumnya ketiga oknum guru itu dilaporkan Sumut Watch karena diduga terlibat perbuatan cabul terhadap seorang siswi inisial RJS. Ketua Sumut Watch, Daulat Sihombing menjelaskan, dugaan perbuatan cabul kepada RJS terjadi tahun lalu 2018.

Namun  baru dikuasakan kepada Daulat Sihombing, Advokat & Konsultan Hukum pada Kantor Sumut Watch, tertanggal 25 Agustus 2018. Ini setelah yang bersangkutan tamat dari kelas 3 karena takut diintimidasi.

Daulat menuturkan, peristiwa itu terjadi Senin (19/2/2018) sekira pukul 11.00 WIB bertempat di ruang Rumpun (Ruang Guru Tata Kecantikan) SMKN 3 Jalan Siantar-Medan Km 10,5 Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. (rel)