Komunitas Olah Raga Tradisional Batak Adakan Lomba Memperebutkan Piala Bupati Taput

Pertemuan Komunitas Tradisional Olah Raga Batak.

Taput, Lintangnews.com | Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2022, Komunitas Olahraga Tradisional Batak Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengadakan pertandingan olahraga tradisional Batak, Margala dan Marjalengkat, untuk tingkatan pelajar SD dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Taput, Bontor Hutasoit mengatakan, olahraga ini merupakan bagian dari pendidikan karakter. Menurutnya, permainan Margala dan Marjalengkat dituntut untuk bekerja kompak secara tim dan harmonisasi.

“Olahraga ini bagian dari kurikulum merdeka. Pelajar dituntut untuk belajar sambil bermain. Saya mengajak seluruh tenaga pendidik untuk melestarikan olahraga tradisional Margala dan Marjalengkat di setiap sekolah,” kata Bontor dihadapan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan se-Taput, Selasa (8/11/2022).

Dia juga meminta, agar kegiatan perlombaan olahraga tradisional ini menjadi agenda tahunan untuk dilaksanakan di Kabupaten Taput bagi para pelajar.

Ketua Panitia Pelaksana, Darwin Nainggolan, bersama Sekretaris, Anwar Manalu dan Bendahara, Henry Harianja mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Hari Pahlawan tahun 2022. Ini termasuk melestarikan dan membangkitkan semangat olahraga tradisional sebagai kekayaan dan kearifan lokal di Taput.

“Diharapkan melalui olahraga tradisional Batak ini semangat nasionalisme generasi muda Taput semakin tumbuh dan penghargaan kepada nilai-nilai kearifan lokal semakin tinggi,” ujar Darwin.

Dijelaskan, pertandingan itu memperebutkan hadiah berupa dana pembinaan sebesar Rp 64 juta. Ini dilaksanakan dalam bentuk turnamen dengan terlebih dahulu dilakukan seleksi di tingkat kecamatan. Olahraga Margala dilaksanakan untuk pelajar SMP. Sementara untuk juara I dan II tingkat Kecamatan menjadi peserta lomba di tingkat Kabupaten.

“Sedangkan Marjalengkat dilaksanakan untuk pelajar SD dan SMP. Juara I, II dan III di Kecamatan menjadi peserta lomba di tingkat Kabupaten,” kata Darwin.

Untuk peserta lomba Margala, 1 tim berjumlah 5 orang, ditambah 2 orang cadangan dan jumlahnya 7 orang. Sedangkan peserta lomba Marjalengkat bentuknya perorangan. Seluruh pertandingan tingkat Kabupaten akan dilaksanakan di lapangan Tangsi Tarutung, pada tanggal 9-10 November 2022.

Bagi juara lomba Marjalengkat pelajar SD dan SMP putra-putri mendapat piagam penghargaan dari Bupati, Nikson Nababan, piala dan dana pembinaan. Hadiah hiburan masing-masing 6 orang pelajar SD dan SMP.

Juara lomba Margala pelajar SMP putra-putri mendapat piagam penghargaan dari Bupati, piala dan dana pembinaan. Hadiah hiburan dana pembinaan masing-masing 3 tim pelajar SMP.

Margala merupakan salah satu jenis permainan yang dilakukan oleh anak-anak suku Batak. Bagi masyarakat Batak, permainan ini juga dikategorikan sebagai salah satu jenis olahraga tradisional yang hingga kini masih dilestarikan keberadaannya.

Permainan ini mengandalkan kerja sama tim, mengandalkan kecepatan kaki dan pikiran untuk mengatur strategi mengalahkan lawan. Ada sebagian di daerah Toba menamakannya Marcabor. Permainan Margala menuntut kegesitan setiap pemainnya. Pasalnya permainan ini apabila tersentuh oleh lawan main, maka akan langsung kalah.

Selain itu dituntut pula kekompakan antara pemainnya karena saat permainan dilangsungkan biasanya tidak terjadi komunikasi. Permainan ini terdiri dari 2 kelompok, setiap kelompok yang menjaga ibarat membaca arah gerak para lawannya, layaknya orang menghitung strategi dan peluang yang ingin diciptakan. Permainan ini membutuhkan 3 garis horizontal dan 3 garis vertikal yang membentuk 4 kotak untuk dijadikan arena permainan.

Marjalengkat adalah permainan dengan 2 tongkat yang masing-masing diberi bilah untuk tumpuan kaki. Permainan ini sering dilakukan sebagai ajang adu ketangkasan dan kecepatan berlari di atas tongkat.

Di tanah Batak, tongkatnya terbuat dari batang kayu atau bambu. Permainan ini membutuhkan keseimbangan tubuh, karena kedua kaki tidak boleh menyentuh tanah. Bagian tubuh dipikul oleh alat bantu 2 buah tongkat dan harus bisa berlari melintasi garis permainan yang sudah ditentukan. (Pembela)