Korban Penipuan Oknum Pejabat Bank BNI Siantar Curhat ke Hotman Paris Hutapea

Hotman Paris Hutapea bersama korban dugaan penipuan oknum pejabat Bank BNI 46 Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Video viral korban dugaan penipuan beberapa oknum pejabat Bank BNI 46 Kota Siantar diposting di akun Instagram pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yakni, @hotmanparisofficial.

Video yang berdurasi 1 menit itu menampilkan keluh kesah korban penipuan Koperasi Swadarma oknum pejabat BNI 46 di Siantar.

“Salam kopi Joni. Halo bapak Kapolres Pematangsiantar, ini terkait kasus penipuan dan penggelapan oleh oknum pejabat Bank BNI dan korbannya banyak. Halo bapak Kapolres Pematangsiantar. Horas lae ini dari kopi Joni Jakarta. Tolong kasus Bank BNI dugaan penipuan segera diproses. Bapak Kabid Propam Mabes Polri, Bapak Karopaminal ayo dong pak, ini warga nangis-nangis datang ke kopi Joni,” ujar Hotman Paris dalam akun instagramnya yang diunggah pada Senin (11/3/2019).

Video yang diunggah akun itu, korban yang mengenakan baju warna kuning mengaku bernama Hotma Rumansi Lumban Toruan. Hotma turut membeberkan yang telah dialaminya dan sudah melaporkan kasus itu 2 kali ke pihak Kepolisian.

Awalnya, Hotma melaporkan pada tahun 2015 dan 2018. “Dan juga telah dilaporkan pada 3 tahun yang lalu (tepatnya tahun 2015),” ujar Hotma.

Hotman Paris juga menyinggung para pejabat Direksi PT BNI untuk berbincang dengan korban.

“Salam kopi Joni. Halo bapak-bapak teman saya direksi Bank BNI. Di sini ada nasabah Bank BNI cabang Pematangsiantar, Jalan Merdeka, semula keluarganya punya uang deposito di Bank BNI cabang Pematangsiantar. Kemudian atas bujuk rayu pejabat Bank BNI cabang Pematangsiantar uang ini dialihkan seolah-olah tabungan di koprasi dan akhirnya uang itu raup. Mohon kepada direksi Bank BNI, saya tidak menuduh, bagaimana mengatasi ini. Yang melakukan stafnya bapak. Mohon segera diperiksa Bank BNI Pematangsiantar dan ibu (Hotma Rumansi Lumban Toruan) ini dipanggil,” ujar Hotman Paris yang dikutip dari akun Instagramnya.

Menanggapi video tersebut, KBO Sat Reskrim Polres Siantar, Ipda Sutari saat dikonfirmasi, Selasa (12/3/2019) usai rapat mengatakan, berkas kasus dugaan penipuan oknum pejabat Bank BNI 46 sudah lengkap atau P21.

Ipda Sutari mengatakan, sudah menetapkan tersangka kepada Agus Surya Darma selaku Manager Koperasi.

“Laporan pertama sudah P21. Untuk tersangkanya atas nama Agus Surya Darma,” sebutnya.

Namun Ipda Sutari lebih memilih irit bicara saat disinggung beberapa nama lagi tersangkut dalam kasus tersebut. Ia mengatakan, masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain.

“Yang lain masih kita kejar. Sabar dulu. Nanti kalau sudah dapat kita ungkap,” ujarnya sembari pergi meninggalkan awak media.

Sekadar diketahui, pada 16 dan 18 Agustus 2016 lalu, puluhan nasabah melakukan aksi protes di depan Bank BNI 46 Siantar, Jalan Merdeka.

Pemberitaan sebelumnya, Aida seorang nasabah mengisahkan, mereka semua adalah nasabah Bank BNI 46. Seorang pejabat bernama Rahmat menawarkan untuk memindahkan uangnya ke Koperasi Swadarma.

Menurut Aida, Koperasi Swadarma merupakan milik Bank BNI 46. Namun tiba-tiba oknum pejabat BNI 46 itu tidak lagi tampak.

Aida juga mengungkapkan, jika ditotal nasabah mengalami kerugian puluhan miliar.

Ada 4 orang yang dilaporkan yakni, Rahmad selaku pejabat, Agus Surya Dharma (Maneger Koperasi), Sucipta (Pengawas Koperasi) dan Fachrul (Pimpinan Cabang Bank BNI 46 Siantar tahun 2015). (irfan