KUD Sibangun Mariah Terbakar 2 Bulan Lalu, 3 Orang Ditetapkan Tersangka

Pelaku pembakaran diapit petugas.

Simalungun, Lintangnews.com |  Hanya memakan waktu 2 bulan, Polsek Saribu Dolok berhasil mengungkap motif terbakarnya Koperasi Unit Desa (KUD) di Nagori Sibangun Mariah, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun.

Polsek Saribu Dolok juga mengamankan, serta menetapkan 3 orang sebagai tersangka yakni, Olfhierson Girsang (24), Andika Arianto Halawa (23) dan Priadi Girsang (26).

“Iya, 3 orang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka terkait terbakarnya KUD di Nagori Sibangun Mariah,” jelas Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan melalui Kapolsek Saribu Dolok, AKP Binsar Pakpahan, Selasa (12/3/2019).

Informasi diperoleh, peristiwa terbakarnya KUD yang dikelola Merton Saragih itu terjadi, Kamis (31/1/2019) dan dipicu ulah dari ketiga tersangka yang telah ditahan Polsek Saribu Dolok.

Kala itu, ketiga tersangka duduk di teras warung KUD dan menghidupkan api untuk menghangatkan badan. Lalu, ketiga tersangka mengutip sampah berupa plastik dan dikumpulkan di titik pembakaran sekaligus menggunakan kayu.

Selanjutnya, Olfhierson mengambil BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Pertalite dari dalam kios KUD yang selama ini menjadi dagangan Melton dan dibawa ke titik pembakaran.

Saat BBM Pertalite dibawa menggunakan literan yang telah bocor, Olfhierson tak tau berceceran. Sesampainya di titik pembakaran, Olfhierson langsung menuangkan Pertalite dan Andika mengambil mancis dari saku celana yang dipakainya untuk menghidupkan api.

Selanjutnya, hitungan detik, api langsung menjalar ke dalam kios minyak dan KUD pun terbakar. Sedangkan, ketiga tersangka langsung kabur meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah masing-masing.

“Hasil dari penyelidikan yang kita lakukan, ketiga tersangka semula berniat buat bakaran untuk hangatkan badan. Tapi, seorang tersangka tak sadar, minyak yang diambil dari kios berceceran. Dan begitu terbakar, ketiga tersangka langsung pulang ke rumah,” papar Kapolsek.

Lalu, begitu api mulai membesar, warga sekitar langsung berhamburan dan berteriak kebakaran. “Saat itu ketiga tersangka berteriak kebakaran, kemungkinan bisa dibantu warga lainnya untuk memadamkan api,” ujar AKP Binsar Pakpahan. (zai)