Kota Tebingtinggi Terancam Gelap Gulita, Ini Pemicunya

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Dominan lampu jalan yang terpasang di Kota Tebingtinggi dalam kondisi padam.

Belum lagi kondisi lampu ‘kelap kelip’, ditambah badan jalan rusak yang mengancam keselamatan warga.

Hal inilah yang terjadi di Tebingtinggi, sehingga patut menjadi sorotan tajam masyarakat yang melintasi wilayah kota sedang itu

Parahnya lagi, ternyata dana yang dikucurkan di APBD Tebingtinggi dalam setahun tidak sebanding dengan angka yang dibayarkan masyarakat saat membayar rekening listrik setiap bulannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Kebersihan Pemko Tebingtinggi, Zubir Harahap melalui Sekretaris, Joni didampingi Kepala Seksi LPJU, Dekorasi dan Reklame, Andi Syahputra Pardede, Selasa (22/10/2019) di ruang kerjanya membenarkan dana untuk pengadaan lampu dan perbaikan hanya sebesar Rp 639.053.277 dalam tahun 2019 itu ditampung di APBD Induk dan P-APBD.

Memang diakui Joni dan Andi, jika dana itu tidak cukup untuk menerangi seluruh jalan. Sebab, dana itu juga untuk kebutuhan lampu panel, lampu hias, mercuri dan lain-lain.

Saat dikonfirmasi besaran dana yang dibayarkan masyarakat dalam setahun melalui rekening listrik untuk pembayaran lampu jalan, Joni mengaku, pihaknya telah berupaya melalui pengusulan di DPRD Tebingtinggi agar ditambah lebih besar lagi.

“Ini mengingat dana yang disetorkan pihak PLN ke kas daerah disebut mencapai Rp 6 milia,r” terang Joni.

Salah seorang warga, Pak Arke berharap, agar tahun 2020 untuk biaya kebutuhan lampu jalan harus sebanding dengan pembayaran dari masyarakat.

“Sebab itu hak rakyat untuk menikmati fasilitas yang sudah dibayarkan setiap bulannya untuk lampu jalan. Namun, ternyata lampu jalan dominan tidak berfungsi dan rawan kriminalitas,” paparnya. (Purba)