KPK Diminta Periksa Proyek Pasar Induk Tebingtinggi

Pasar Induk di Jalan AMD Kota Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com |  Tiga Pasar Induk yang dibangun di 3 Kecamatan dengan dana puluhan miliar rupiah dan telah selesai dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2017 di Kota Tebingtinggi hingga kini masih meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.

Pasalnya, dari 3 Pasar Induk yang dibangun itu hanya di Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan yang sudah dipergunakan pedagang. Sementara yang di Jalan Persatuan, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir masih sebatas sudah dibagi dan sebagian digunakan.

Dan yang di Jalan AMD, Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Bajenis hingga berita ini dikirim tak difungsikan sama sekali alias ‘mangkrak’.

Parahnya lagi, Pasar Induk  yang telah selesai dikerjakan sekitar setahun lalu oleh PT Aliran Hidup Jaya itu bersumber dari DAK 2017 sebesar  Rp 11.480.180.000 terbengkalai dan tak terurus karena tidak berfungsi.

Ketua GM FKPPI Kota Tebingtinggi, F Tarigan Tarigan, Kamis (10/1/2019 berharap ketiga proyek Pasar Induk itu menjadi catatan penting penyidikan untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kondisi bangunan pasar.g

“Sebab kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi kian disorot mahasiwa atas lambatnya kinerja penyidikan dugaan korupsi,” papar Tarigan.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  Pemko Tebingtinggi, Gul Bahri Siregar sudah 3 kali dikonfirmasi ke ruang kerjanya tak kesampaian terkait ketiga proyek itu.

Sebelumnya, kemarin, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi, M Novel mengaku di hadapan mahasiswa di ruang kerjanya usai aksi demo, jika kasus perjalanan dinas DPRD Kota Tebingtinggi sudah dihentikan penyelidikan meskipun seluruh saksi hingga 35 orang Lurah sudah diperiksa.

Begitu juga dengan mantan Sektretaris Dewan (Sekwan) DPRD Tebingtinggi,  Muktar Harahap. Namun Novel berkilah, ada kasus masih sedang dilidik pihaknya. (purba)