KPUD Humbahas Tutupi Hasil Rapid Test Penyelenggara Pilkada

Kantor KPUD Kabupaten Humbang Hasundutan.

Humbahas, Lintangnews.com | Sebanyak ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menjalani rapid test terkonfirmasi reaktif Covid-19.

Akan tetapi, data ratusan petugas KPPS ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Humbahas, Binsar Pardamean Sihombing belum berani menjelaskan lebih lanjut.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Humbahas, Saut Parlindungan Simamora kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, menyebutkan, ada sebanyak ratusan petugas KPPS reaktif.

Menurut Ketua DPC Partai Gerindra Humbahas ini, data itu merupakan berdasarkan data dari KPUD setempat kepada pihaknya hasil gelar rapid test untuk petugas KPPS yang belum lama ini dilaksanakan.

Dan dari KPPS ini, lanjut Saut, KPUD akan mengganti petugas itu secepatnya. “Kurang lebih ratusan ini masih reaktif, belum positif ya karena belum ditest ke swab,” ucapnya, Jumat (4/12/2020).

Saut menambahkan, rapid test yang digelar pihak KPUD kepada KPPS untuk menjamin petugas penyelenggara pilkada dan ketertiban bebas dari Covid-19. Sehingga ada jaminan rasa aman bagi pemilih ketika berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Jadi kita menghimbau agar petugas KPPS yang reaktif segera secepatnya digantikan, untuk dapat menjamin dan rasa aman bagi pemilih,” ujar Saut.

Sementara itu, Direktur RSUD Dolok Sanggul, Netty Simanjuntak membenarkan adanya petugas KPPS reaktif hasil dari pemeriksaan rapid test yang dilakukan pihaknya.

Akan tetapi, Netty tidak dapat menjelaskan berapa jumlah petugas KPPS yang reaktif dan non reaktif. Namun, dia mengaku, untuk pemeriksaan lanjutan pihaknya masih menunggu petunjuk dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Datanya sudah diserahkan ke KPU dan Bawaslu bisa langsung konfirmasi ke mereka. Untuk pemeriksaan selanjutnya menunggu petunjuk Dinkes, lab PCR RSUD masih dalam persiapan..terimakasih,” kata Netty melalui chat WhatsApp (WA).

Disinggung, kenapa dirinya tidak dapat menjelaskan berapa jumlahnya yang reaktif dan non reaktif, Netty lagi-lagi tidak mau memberikan penjelasan.

“Harus KPU yang menjelaskan pak…mohon maaf ya,” tulis Netty kembali.

Terpisah, berbeda dengan jawaban Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Hasudungan Silaban ketika dikonfirmasi terkait data itu, mengaku belum menerima dari pihak Rumah Sakit (RS).

“Terkait dengan PPS yg terpapar covid.. kami belum ada datanya.. karena khusus MOU pemeriksaan rapid tes kepada PPS adalah dilaksanakan oleh pihak RSUD doloksanggul lae,” kata Hasudungan melalui WA belum lama ini. (DS)