Kualitas Pengerjaan Gedung Baru di Kejari Samosir Patut Dipertanyakan

Kondisi pengerjaan gedung baru di Kejari Samosir.

Samosir, Lintangnews.com | Pekerjaan pembangunan gedung baru yang bersumber dari APBD Kabupaten Samosir tahun 2021 di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Samosir di Keluruhan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan mendapat perhatian serius dari awak media, Jumat (29/7/2022).

Guna memastikan kondisi bangunan yang baru selesai dikerjakan, sejumlah awak media mengelilingi bangunan dari luar.

Ini untuk memastikan sudah seperti apa kondisi gedung bangunan yang baru usai dikerjakan pihak kontraktor (rekanan) yang berasal dari Kota Medan itu.

Awak media mendapati beberapa pekerjaan yang menjadi pertanyaan seperti, lantai satu yang belum dikeramik, pelaksanaan plafon tidak ada, dinding bangunan luar yang belum dicat maupun diplester dan adanya atap baja ringan yang rusak. Sehingga pekerjaan ini terkesan tidak rapi dilihat.

Mengetahui adanya informasi dari masyarakat terkait kondisi bangunan, wartawan mencoba mengkonfirmasi rekanan F Siregar yang mengatakan, pekerjaan itu susah sesuai di dokumen kontrak kerja.

“Ada item-item bangunan baru tidak dianggarkan atau tak cukup,” ujarnya ketika dikonfirmasi via telepon seluler.

Dia juga mempersilahkan wartawan langsung mempertanyakan ke dinas terkait kepastian dari pekerjaan yang mereka lakukan.

“Kita pun tidak berani melenceng dari apa yang sudah ditentukan di Rencana Anggaran Biaya (RAB),” kata Siregar.

Manutur Naibaho selaku pengawa proyek dari Dinas Tata Ruang dan Pemukimam (Tarukim) Pemkab Samosir ketika dikonfirmasi membenarkan di dokumen kontrak pengerjaan plafon dan keramik tidak dianggarkan.

Saat wartawan meminta agar melihat sebagai bukti jika item-item itu benar tidak diplot di dalam dokumen kontrak kerja atau RAB, Manutur terkesan enggan menanggapinya. “Apa lae gak percaya sama saya,” sebutnya.

Namun dijelaskan ini bukan masalah percaya atau tidak percaya, karena sepengetahuan awak media, bangunan yang sudah menggunakan anggaran di atas Rp 1 miliar lebih sudah selayaknya menggunakan plafon dan lantai keramik, namun Manutur tak ada memberikan penjelasan lebih lanjut. (Manru)