Kuliner Diyakini Mampu Menarik Minat Wisatawan Berkunjung ke Toba

Kegiatan pelatihan di Hotel Serenauli Laguboti.

Toba, Lintangnews.com | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Toba gelar pelatihan peningkatan inovasi dan higienitas sajian kuliner di destinasi pariwisata dari berbagai lokasi wisata di daerah itu, Kamis (30/9/2021).

Salah satu salah satu pengembangan pariwisata berkembang merujuk pada sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, jika Indonesia memiliki sekitar 1.340 suku bangsa termasuk memiliki bahasa beraneka ragam.

Salah satunya suku Batak Toba, dengan sajian khas kulinernya adalah Naniura, Nai Arsik dan Dali Ni Horbo.

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan menghadirkan narasumber, salah satunya Iwan Riadi selaku Dosen Poltekpar Medan. Dia mengatakan, kuliner dapat memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada dunia.

Menurutnya, kuliner Indonesia memiliki ciri khas (bahan, peralatan, metode memasak, pengolahan dan penyajian). Dimana Indonesia memiliki sedikitnya 5.300 kuliner yang bisa untuk disajikan di berbagai objek wisata di Indonesia.

“Menurut Travel and Tourism Competitivess Report 2015 oleh World Ekonomi Forum (WEF) di Asean, Indonesia masuk peringkat keempat setelah Singapura, Malaysia dan Thailand.

“Pada destinasi wisata kuliner ada beberapa item yang perlu diperhatikan seperti wisata makanan, mengunjungi pasar dan produsen makanan, pameran kuliner, kegiatan kuliner, museum dan workshop memasak,” sebut Iwan.

Lanjutnya, komponen pembentukan pengalaman berbasis kuliner, jika makanan sebagai bagian gaya hidup. Iwan menuturkan, harus ada cara bisa membuat hati para wisatawan yang berkunjung, seperti untuk membuat kreatif dan kreativitas.

“Kreatif itu adalah kemampuan mengembangkan atau menciptakan ide dan cara baru yang berbeda dari sebelumnya. Sedangkan kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan hal baru, baik berupa gagasan, karya nyata dalam bentuk aptitude atau non aptitude dan kombinasi dari hal yang telah ada atau relatif berbeda dari sebelumnya,” paparnya. Frengki)