Kurang Kasih Sayang Orang Tua, Desi Bunuh Diri dalam Kamar Rumah di Pematang Kerasaan

1587
Korban meninggal dunia bunuh diri saat disemayamkan di rumah duka.

Simalungun, Lintangnews.com | Diduga akibat kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, Desi Surya Ningsi (16) pelajar di salah satu SMA bunuh diri dengan cara gantung diri dalam kamar rumahnya Huta IV Nagori Pematang Kerasaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Sabtu (23/11/2019).

Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu melalui Kapolsek Perdagangan, AKP Supendi, Minggu (24/11/2019) diteruskan pihak Humas Polsek memaparkan, korban pertama sekali ditemukan ayah kandungnya dan kedua saudara tirinya.

“Waktu itu ayah kandung korban, Robbi Sugara (41) pulang dari kerjaan dan menemukan pintu kamar Desi dalam keadaan terkunci. Lalu bersama Dewi (16) dan Farel (9) saudara tiri korban mencoba membuka pintu kamar korban, tapi tidak berhasil,” sebut Kapolsek.

Selanjutnya Farel keluar rumah mengintip dari jendela. Lalu melihat korban dalam keadaan tergantung sekira pukul 18.35 WIB. Farel langsung berlari menjumpai Robbi ayah dan mengatakan kakak tirinya (Desi) tergantung di kamar rumah mereka.

Dibantu tetangganya, Maruli Tua Situmorang (58). Robbi mendobrak pintu kamar anaknya dan menemukan Desi sudah tidak bernyawa lagi dan menurunkan jasad korban.

“Hasil pemeriksaan medis oleh Kepala Puskesmas Marihat Bandar, Paula Netsy Purba tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dan tanda lainnya, korban meninggal bunuh diri,” kata AKP Supendi.

Pihak keluarga pun mengihklaskan kematian korban dan minta jasadnya untuk tidak dilakukan otopsi dengan membuat pernyataan. Korban mengakhiri hidupnya diduga akibat kurang kasih sayang.

Hal itu terungkap dari tulisan tangan korban pada buku tulis yang ditemukan di dalam kamar tidur. Ibu kandung korban diketahui telah meninggal.

Kemudian ayah kandung korban, Robbi menikahi seorang janda suku Sunda yang memiliki 2 orang anak yakni, Dewi dan Farel. (Rel/Zai)