Kursi Kadisdik Simalungun ‘Empuk’, Pengusaha Berikan Fee dari Setiap Pengadaan

Kadisdik Pemkab Simalungun, Elpiani Sitepu.

Simalungun, Lintangnews.com | Dari bisnis pakaian olah raga murid SD dan SMP bermotifkan gorga Simalungun yang dipasok sejumlah pengusaha sejak penerimaan siswa baru pada bulan Juli 2019.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemkab Simalungun, Elpiani Sitepu dan masing-masing Koordinator Wilayah (Korwil), Pengawas, Kepala Sekolah (Kepsek) SD dan SMP diduga mendapatkan jatah.

“Kadis, Korwil, Pengawas dan Kepsek ada mendapat jatah dari pakaian olah raga,”  ungkap salah seorang pengusaha yang memasok pakaian olah raga saat ditemui di sebuah warung kopi, kemarin.

Besaran jatah untuk, Elpiani Sitepu dan masing-masing Korwil, Pengawas dan Kepsek sebesar Rp 5 ribu per siswa-siswi. “Rp 20 ribu lah disisihkan dan dibagi. Makanya Rp 5 ribu per siswa jatah Kadisdik, Korwil, Pengawas dan Kepsek,” bebernya.

Sedangkan, sepasang pakaian olah raga untuk pelajar SD seharga Rp 120 ribu. Kemudian, dari pemasok, sepasang pakaian olah raga untuk siswa SMP dijual seharga Rp 165 ribu. Namun, pihak SMP menjualnya seharga Rp 200 ribu.

“Kalau sepasang pakaian olah raga SMP dari pemasok Rp 165 ribu. Tapi, dijual ke siswa Rp 200 ribu. Makanya, untung Rp 35 ribu itu disisihkan Rp 20 ribu untuk jatah kadis, korwil, pengawas dan kepsek,” katanya.

Selain itu, untuk jatah Kadisdik diserahkan langsung masing-masing Kepsek. “Langsung Kepsek yang menyerahkan ke Kadis. Ada juga melalui Korwil penyerahannya,” ucapnya.

Ironisnya, untuk membayar pakaian olah raga tersebut ternyata bukan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Melainkan dari orang tua siswa yang membayarnya.

Diketahui, jumlah SMP se Kabupaten Simalungun berkisar 26 unit dengan siswa-siswi berjumlah 8.300 orang. Sedangkan, SD se Kabupaten Simalungun berjumlah 820 unit lebih dengan jumlah siswa-siswi 15.000 orang.

“Pelajar SD 15.000 orang dikali Rp 5 ribu per siswa, maka jatah Kadis sebesar Rp 75 juta lah. Jatah dari SMP, Rp 5 ribu dikali 8.300 orang berarti Rp 41,5 juta. Ini berarti Rp 75 juta tambah Rp 41,5 juta, maka totalnya Rp 116 juta jatah Kadis,” urainya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Pemkab Simalungun, Janulingga Damanik mengaku, tidak tau adanya pengadaan pakaian olah raga untuk pelajar tingkat SD Negeri.

“Gak tau. Makanya, di mana pun itu gak tau. Karena, langsung Kepsek dan sama sekali tidak ada koordinasinya. Langsung mereka ke pengusaha,” ucap Janulingga saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/10/2019).

Selain itu, Janulingga mengaku tidak tau siapa pengusaha sekaligus pemasok pakaian olah raga untuk pelajar kelas I SD.

Diberitakan sebelumnya, bisnis spanduk bertuliskan, penerimaan siswa gratis tak dipungut biaya dan kalender juga telah terjadi sekira bulan Juli 2019 dengan harga Rp 300 ribu diduga dipasok Kabid SMP, Orendina Lingga. (Zai)