LD Mencak-Mencak Dikonfirmasi Terkait Galian C yang Pernah Ditangkap Poldasu

Pengerjaan galian C di lokasi eks HGU Kelurahan Tanjung Tongah.

Siantar, Lintangnews.com | Diduga pemilik galian C berinisial LD mencak-mencak saat dikonfirmasi terkait galian C yang pernah ditangkap pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) hingga ancam laporkan wartawan.

“Dikit-dikit aku. Jangan kau pikir diam takut aku,” sebut LD di lokasi Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Jumat (8/3/2019).

Bukan hanya itu saja, LD berdalih bahwa bukan dirinya pemilik galian C itu. “Yang lain liput jangan aku,karena villa ku disini kau bilang lah aku,” sebutnya dengan lantang.

Bukan hanya LD yang melakukan pengancaman. Seorang pria marga Simarmata sebagai penangggung jawab pengerjaan galian C turut juga mengancam wartawan yang melakukan konfirmasi.

“Kalau gak kau buat berita sanggahan kau kulaporkan,” ucap Simarmata.

Sementara Tokoh Masyarakat Kelurahan Tanjung Tongah, Jali Damanik mengatakan, lahan eks HGU yang saat ini dikerjakan bukan termasuk galian C.

“Itu bukan galian. Lagian sudah mendapat persetujuan dari masyarakat dan ada tanda tangan,” ucap Jali.

Jali menyebut tanah yang dikeruk termasuk limbah pada saat pengerukan untuk jalan ringroad lalu.

“Bukan kita kerok untuk dijual. Pengerukan kita lakukan untuk pemerataan jalan,” sebutnya.

Pemberitaan sebelumnya, Diskrimsus Subdit 4 Poldasu yang dipimpin AKP J Sinaga sudah melakukan penangkapan.

Namun tidak membuat efek jera kepada pemilik galian C yang diduga milik LD.

Pada saat penangkapan Kamis (14/2/2019) lalu, Diskrimsus Subdit 4 Poldasu mengamankan beberapa orang pekerja, serta barang bukti berupa tanah, 1 unit alat berat dan 2 mobil pengangkut tanah.

Seminggu berlalu, galian C itu kembali beroperasi. Sehingga membuat tanda tanya kepada masyarakat terkait penanganan pihak Poldasu.

Terpisah Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Tatan Dirsan mengatakan, pihaknya akan segera mengecek sudah sampai dimana penanganan kasusnya.

“Nanti kita cek ya, sudah sampai mana kasusnya,” sebut Kombes Pol Tatan, Kamis (7/3/2019). (tim)