Lewat Medsos, Bupati Humbahas Diancam Ditembak Mati

Tanggapan dari netizen atas adanya postingan pengancaman terhadap Bupati Humbahas.

Humbahas, Lintangnews.com | Penggiat media sosial (medsos) kini tidak lagi segan-segan mengungkap apa yang ingin diucapkannya.

Kekesalan, kejahatan dan kebencian, semua akan tertuang oleh para pengguna medsos jika jari tangannya tidak bisa diatur dengan baik.

Seperti yang terjadi pada Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjahor yang tidak segan-segan diancam akan dibunuh lewat medsos atau Facebook yang dibagikan di grup Facebook.

Dalam kasus pengancaman itu, akun milik Imbran Baron Simamora yang membuat postingan di grup Facebook Pemerhati Humbang Hasundutan.

Postingan mengenai pengancamanan terhadap Bupati Humbahas.

“Kami siap tembak mati Bupati Humbang dan pendukungnya,” tulis Imbran di grup Pemerhati Humbang Hasundutan beberapa hari lalu.

Status ini sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Humbahas yang menyebutkan, status ini harus segera dilaporkan.

Salah satunya pemilik akun, Evendy Marbun yang menyebutkan, pengancaman itu sudah penghinaan luar biasa.

“Gak masuk akal, kalau tindakan pengancaman kepada seorang kepala daerah (Bupati) tidak dilaporkan, karena itu sudah penghinaan luar biasa bagi Humbahas. Semoga terungkap. Tak bisa dimaafkan itu sebelum terungkap,” kata Evendi di grup Pemerhati Humbang Hasundutan.

Tanggapan netizen atas adanya postingan pengancamanan terhadap Bupati Humbahas.

Begitu juga dengan pemilik akun Fredi Lumban Gaol meminta agar menindak lanjuti status tersebut. “Saya pribadi sangat miris membaca postingan ini. Mohon ini ditindak lanjuti karena ini bukan cita-cita demokrasi kebebasan berpendapat,” kata Fredi.

Bukan hanya itu saja, banyak masyarakat Humbahas juga meminta kepada Bupati Dosmar Banjarnahor agar segera menindak lanjuti kasus pengancaman lewat medsos itu, karena jika tidak ditindak lanjuti maka akan berdampak kedepannya.

Dosmar Banjarnahor yang dikonfirmasi Senin (7/10/2019) lewat WhatsApp (WA) untuk menanyakan langsung sekaitan dengan status pengancaman terhadapnya apakah tindakan yang akan diperbuatnya, justru tidak merespon.

Hingga berita ini diterbitkan, Dosmar Banjarnahor dalam hal ini tidak menanggapi WA miliknya. (Akim)