Lipan Kering Diekspor dari Medan ke Vietnam

Lipan kering yang dieskpor ke Vietnam.

Medan, Lintangnews.com | Bagi sebagian orang, hewan lipan atau kelabang (Scolopendra) termasuk hewan yang membuat geli, bahkan takut.

Namun tidak buat Ricky Santri Kurniawan (22). Di tangannya, hewan nokturnal dan berbisa ini bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. Menurut Ricky, lipan kering dimanfaatkan sebagai pakan hewan kesayangan.

Kepala Badan Karantina Pertanian (BKP), Ali Jamil mengatakan, para anak muda dapat manfaatkan peluang ini untuk menjadi sumber penghasilan keluarga.

“Kalau bisa, ini nanti sistem ternak saja, supaya hasilnya lebih optimal, syukur-syukur sudah diolah, menjadi bubuk misal, bagus itu dan kita dukung,” tegas Ali Jamil, saat melepas ekspor beberapa komoditas pertanian di Komplek Medan Mega Trade Center (MMTC) Minggu (4/8/2019).

Menurut Jamil, ia mendukung sekecil apapun upaya petani dan pelaku bisnis melakukan eksportasi, baik produk peternakan maupun pertanian yang dilakukan secara legal.

Instansinya akan mendukung penuh, baik percepatan pelayanan karantina, kesesuaian persyaratan Sanitary and Phyto Sanitary (SPS) negara tujuan, fasilitas informasi komoditas unggulan dan potensial ekspor, serta negara tujuannya bagi para petani dan calon eksportir.

Jumlah ekspor lipan hari ini sebanyak 460 kg dengan tujuan Vietnam untuk dijadikan pakan hewan kesayangan seperti burung dan ikan, dengan nilai 552 juta.

Menurut Jamil, ekspor ini adalah yang pertama dari Medan dan akan rutin 2 kali per bulan.

Sebelumnya Kepala BKP Kelas II Medan, Hafni Zahara mengatakan, kegiatan pelepasan ekspor ini merupakan yang ketiga kalinya.

“Kami senantiasa terus memberikan bimbingan teknis memberikan informasi kepada seluruh penguna jasa baik yang sudah terdaftar di PPK online atau pun calon eksportir maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Kedepannya kami akan mengakomodir semua kegiatan tersebut supaya eksportir kita meningkat lagi,” ungkap Hafni zahara.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Utara mewakili Gubsu, Kadis Peternakan Sumut, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Kadis Pertanian Pemkab Deli Serdang, Kabagren Polres Deli Serdang, pengguna jasa dan jajaran pegawai BKP. (Idris)