Manager Gunung Para Diduga Sewa Preman Halangi Konfirmasi Wartawan

Seorang pria yang menutup gerbang pintu kantor PTPN III Unit Gunung Para.

Sergai, Lintangnews.com | PTPN III Unit Gunung Para beralamat di Jalan Perintis Pendidikan, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diduga melakukan aksi premanisme terhadap wartawan, Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 15.37 WIB.

Ini terjadi saat wartawan melakukan investigasi ke Afdeling VI karena adanya temuan di lapangan. Selanjutnya awak media bergegas menuju kantor Unit Gunung Para. Setibanya di depan kantor, wartawan langsung dihadang seorang pria diduga preman dan gerbang langsung ditutup rapat. “Apa kau,” ucapnya kepada wartawan.

Dari cara perlakuan manajemen Unit Gunung Para itu dianggap tidak layak dan pantas dilakukan kepada wartawan. Karena wartawan merupakan mitra kerja instansi, termasuk mitra Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sementara diketahui wartawan menjalankan tugas sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sehingga perlakuan Manager Gunung Para, Wahyu Cahyadi itu dikecam.

Salah seorang wartawan inisial A menuturkan, mengecam aksi diduga premanisme Manager Unit Gunung Para, sementara kedatangan mereka ingin melakukan konfirmasi

“Kami menilai, Manager Gunung Para layak dicopot dari jabatan. Semoga Direktur Utara (Dirut) PTPN III mencopot Manager seperti itu agar tidak terjadi lagi seperti ini. Kita konfirmasi sebagai mitra, justru diperlakukan seperti itu,” paparnya

Salah seorang pemerhati perkebunan BUMN berinisial SH menuturkan, tujuan awak media konfirmasi langsung agar pemberitaan berimbang. Namun sebelum masuk kantor Unit Gunung Para dihadang seperti seorang preman di pintu gerbang..

“Ada apa maksudnya seperti ini, takut dikonfirmasi tentang temuan di perkebunan itu. Wartawan layak membongkar semua dugaan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Kebun Gunung Para,” paparnya.

Dirinya menuturkan, PTPN III harus menindak tegas aksi yang tidak pantas dilakukan Manager Unit Gunung Para terhadap wartawan. “Seharusnya sebagai atasan memberikan managemen yang baik dan bukan diduga menyewa preman untuk menghadang awak media masuk,” paparnya. (Tim)