Marak Gulma dan Pelepah Tidak Produktif, Askep Bah Jambi: Belum Masuk Pusingan Pemeliharaan

Tanaman pohon kelapa sawit milik PTPN IV Bah Jambi di Kabupaten Simalungun terindikasi diduga dilakukan pembantaran perawatan.

Simalungun, Lintangnews.com | Terkait maraknya gulma dan pelepah yang tidak produktif pada tanaman menghasilkan yang ditanam tahun 2009 silam di Blok B Afdeling II PTPN IV Kebun Bah Jambi di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungin ditanggapi Asisten Kepala (Askep) Rayon A, Handi, Jumat (27/5/2022).

“Ya belum masuk pusingan pemeliharaannya kesitu. Kan ada pusingan pemeliharaannya,” kata Handi.

Lanjutnya, misalnya tunasan, maka pemusingannya setahun sekali. Menurutnya, pekerjaan khusus untuk merayut dan menurunkan yang semak-semak pada pohon kelapa sawit itu sebenarnya tidak ada.

“Jadi kami mengerjakannya, biasanya pada saat panen sekalian tunas. Atau kalau memang gak ada sama sekali biaya khusus untuk kesitu! Ya digotong royong kan,” ungkapnya di kantor Afdeling II Bah Jambi.

Disinggung adanya gulma yang tumbuh pada pohon kelapa sawit hingga membungkus Tandan Buah Segar (TBS), Handi mengaku, secara khusus itu tidak ada. “Makanya ya kita membuat apa, gotong royongkah?,” imbuhnya.

Atau mau membuat tenaga khusus mengerjakan, sehingga bisa dikerjakan. “Hanya saja belum sampai kesitu,” tukasnya, seraya membantah bukan tugas pemanen untuk memangkas pelepah dan membersihkan gulma.

Sementara diketahui, gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di sekitar tanaman budidaya. Pertumbuhannya tidak dikehendaki dan umumnya merugikan, karena dapat menghambat pertumbuhan.

Selain itu, mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas produksi, serta dapat menjadi sarang hama penyakit. Sehingga gulma harus segera ditanggulangi atau dibasmi pertumbuhannya, agar tidak berkembang pesat.

Sedangkan penunasan itu merupakan pemangkasan daun sesuai umur tanaman, serta pemotongan pelepah yang tidak produktif (pelepah sengkleh, pelepah kering dan pelepah terserang hama dan penyakit).

Itu bermanfaat untuk menjaga luasan permukaan daun (leaf area) yang optium agar mendapatkan produksi yang maksimum. Atau lazimnya penunasan dilakukan tidak secara normal, berpotensi menurunkan produksi. (Zai)