Melalui Camat Garoga, Kades Lontung Jae II Beberkan Semua Alokasi Pembangunan  

Salah satu kegiatan pembangunan fisik di Desa Lontung Jae II.

Taput, Lintangnews.com | Terkait minim dan buruknya pembangunan infrastruktur di Dusun Hadataran Desa Lontung Jae II, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kepala Desa (Kades), Horas Lubis membantahnya.

Hal itu disampaikan saat dikonfirmasi awak media langsung ke Camat Garoga, Budiarjo Nainggolan melalui sambungan telepon seluler, kemarin.

Budiarjo menuturkan, telah melakukan konfirmasi langsung dengan Kades Lontung Jae II yang menyampaikan adanya pembangunan jalan selama menjabat.

“Seperti pada tahun 2016 ada pengerjaan rabat beton sepanjang 300 meter menuju Dusun Sileang Lelang Desa Lontung Jae II. Di tahun yang sama ada pengerjaan rabat beton menuju Dusun Huta baru sepanjang 300 meter dan Dusun Hadataran 300 meter yang anggarannya bersumber dari dana desa tahun 2016,” ucapnya.

Dijelaskan juga, di tahun 2017 ada proyek lapen menuju Dusun Sileang Leang bersumber dari APBD Taput. Selain itu, proyek rabat beton sepanjang 1kilometer menuju Dusun Parratusan bersumber dari dana desa.

Sementara di tahun 2018 ada proyek perkerasan jalan sepanjang 1 kilometer dari Desa Parsosoran menuju Dusun Hadataran dengan sumber dana APBD. Ini termasuk proyek rabat beton sepanjang 900 meter menuju Dusun Hadataran dengan sumber dana desa.

Budiarjo menjelaskan, meskipun dana desa tahun 2020 sudah terserap ke pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada masyarakat, namun masih ada sisakan dan telah dipergunakan untuk pengerjaan rabat beton sepanjang 300 meter di Dusun Huta Baru menuju Dusun Parratusan.

“Pemkab Taput juga memberikan perhatian serius, terkhusus untuk menggalakkan pembangunan di Desa Lontung Jae II ini, dengan mengalokasikan anggaran proyek rabat beton sepanjang 300 meter di Dusun Parratusan dan Dusun Hapesong sumber dana dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” paparnya.

Sementara untuk tahun 2021 kemungkinan penggunaan dana desa akan habis diserap untuk penanggulangan Covid-19.

Namun tak memungkinkan anggaran tahun 2020 dan 2021 di APBD Taput, maupun dana desa dipergunakan untuk membenahi infrastruktur di Dusun Hadataran. (Pembela)