Menguatkan Imun, Masyarakat di Desa Ini Dibagikan Tinuktuk  

Kepala Desa Rimbun, Chandra Damanik bersama aparat pemerintahnya sebelum melakukan penyemprotan disinfektan.

Sergai, Lintangnews.com | Imunitas merupakan mekanisme tubuh manusia untuk melawan, mengusir dan memusnahkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Pada saat wabah Covid-19 atau Virus Corona ini, mengkonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan lebih ditingkatkan. Karena dapat membantumelawan radikal bebas yang mengganggu kerja sistem imun, sehingga imunitas tubuh menurun dan mudah terpapar Covid-19.

Rempah-rempah seperti kunyit, temulawak, bawang dan jahe juga baik untuk dikonsumsi menaikkan sistem imun, karena kandungannya diyakini dapat membantu tubuh melawan infeksi dan meredakan peradangan.

Untuk masyarakat Desa Rimbun, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), aparat Pemerintahan Desa (Pemdes) menyiapkan jamu tradisional Simalungun atau sering disebut Tinuktuk. Dibuat oleh ibu-ibu PKK, Tinuktuk dipercaya dapat menguatkan imun, apalagi dalam menanggulangi Covid-19.

“Aparat Pemdes membagi-bagikan kepada seluruh keluarga, ada sekitar 350 bungkus,” tutur Chandra Damanik selaku Kepala Desa (Kades) Rimbun, Selasa (21/4/2020).

Dalam mempercepat penanggulangan Covid-19, dirinya bersama aparat Pemdes melakukan sejumlah upaya, sesuai surat edaran pemerintah dan maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Salah seorang warga saat dibagikan tinuktuk.

Chandra  mengatakan, pada masyarakat disampaikan cara memutus rantai penyebaran Covid-19. Sehingga warga dapat mengetahui bahaya, namun tetap waspada dan tidak panik menghadapinya.

“Dengan mengikuti anjuran pemerintah dan bersama sama menjaga kesehatan, kita juga melakukan penyemprotan disinfektan pembunuh kuman mulai dari rumah warga, sekolah dan rumah ibadah serta tempat berkumpulnya masyarakat,” terangnya.

Selain itu, pihak Pemdes Rimbun juga membagi-bagikan tempat cuci tangan memakai sabun di 35 titik. “Kita letakkan di pemukiman padat, simpang gang, sekolah dan rumah ibadah,” ucap Chandra.

Lanjut Chandra dalam mengantisipasi warga yang datang dari kota atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI), pihaknya melakukan isolasi karantina mandiri di rumah warga dan bermitra dengan Bidan Desa (Bindes), Babinsa, serta Polsek Sipispis.

“Kita juga buat posko relawan untuk mendata tamu dan warga yang keluar masuk desa dengan mencek suhu tubuh menggunakan alat termometer infrared. Semoga kita selalu sehat dan polemik ini cepat berlalu. Diateitupa,” tutup Chandra. (Elisbet)