Mensos Tersangka Disebut Melemahkan Posisi Calon PDI-P di Pilkada 2020

Ilustrasi.

Simalungun, Lintangnews.com | Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara (JPB) ditetapkan tersangka dugaan tipikor pengadaan bansos Covid-19 dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai berpotensi lemahkan posisi calon yang diusung PDI-Perjuangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di seluruh Indonesia yang digelar besok, Rabu (9/12/2020).

Hal ini disampaikan pendiri KoRaSSS (Koalisi Rakyat untuk Siantar Simalungun Sejahtera), Rikanson Jutamardi Purba kepada lintangnews.com, Selasa (8/12/2020).

Menurut Rikanson, karena JPB adalah Wakil Bendahara Umum PDI-Perjuangan, maka kejadian ini bisa menurunkan citra partai moncong putih itu. Kemudian secara tidak langsung, akan menurunkan pula elektabilitas calon kepala daerah yang diusung PDI-Perjuangan.

Rikanson juga mengatakan, citra PDI-Perjuangan dan calon yang diusungnya di mata pemilih di Kabupaten Simalungun juga bakal menurun. Ini karena JPB berasal dari Kabupaten Simalungun dan baru-baru ini datang ke daerah itu

“JPB bersama Bupati Simalungun, JR Saragih, baru saja bertemu di Perdagangan, Kabupaten Simalungun. Lebih dari Rp 200 miliar bansos digelontorkan Kementerian Sosial (Kemensos) ke daerah ini. Tetapi, begitulah, Mensos nya sendiri patut diduga melakukan tipikor dan telah ditahan KPK,” urainya.

Di akhir perbincangan dengan lintangnews.com, Rikanson menyampaikan peringatan bahwa sanksi hukum tipikor dana Covid-19 sangat berat bahkan bisa sampai hukuman mati. Meskipun untuk kasus JPB, kemungkinan diterapkannya sanksi hukum itu sangat kecil.

“Ingat ya, KPK itu sendiri dibentuk dan didirikan ketika Megawati Soekarnoputri yang notabene adalah Ketua Umum PDI-Perjuangan menjadi Presiden RI. Nah, sekarang, justru petinggi PDI-Perjuangan yang ketangkul KPK,” imbuh Rikanson.

Dirinya juga mengapresiasi kinerja KPK yang dalam waktu singkat telah menahan 2 orang Menteri Kabinet Indonesia Maju yakni JPB dan sebelumnya Edhy Prabowo (EP), Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). Rikanson menyatakan, rakyat bisa semakin tidak percaya kepada PDI-Perjuangan.

“Coba saja, masa dalam kondisi masyarakat sedang kesulitan karena wabah Covid-19, oknum petinggi PDI-Perjuangan sempat-sempatnya menggarong uang rakyat?,” kesalnya.

Rikanson juga mengajak rakyat agar lebih teliti memilih calon pemimpin yakni yang berintegritas dan taat hukum, dengan tidak korupsi seperti JPB. Karena hanya pemimpin seperti ini lah yang bisa membuat daerah semakin maju dan bertumbuh, sehingga rakyat hidup sejahtera. (Zai)