Minim Pengawasan, Pangulu Panombean Huta Urung Pakai Pasir dari Parit Untuk Proyek Desa

Pangulu Nagori Panombean Huta Urung, Asiman Sinaga.

Simalungun, Lintangnews.com | Oknum Pangulu Nagori Panombean Huta Urung Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Asiman Sinaga tak membantah dirinya memakai pasir dari penambang tanpa ijin (peti) di perbatasan nagorinya untuk proyek desa. Ini diduga akibat minimnya pengawasan pemerintah.

“Kalau itu tak dikuras, juga menendang jalan. Toh juga akan dikerjakan oleh PTPN IV Bah Birong Ulu,” ucap Asiman, Rabu (8/10/2018) dan mengungkapkan pasir dikeruk dari parit pembuangan lahan PTPN IV Bah Birong Ulu.

Dirinya tidak membantah pengerukan yang dilakukan warga terhadap pasir dari parit limbah lahan perkebunan itu tanpa mengantongi ijin penambangan atau pengerukan. “Iya tidak ada ijinnya. Tapi itu kan bukan gratis dan dibayar sebesar Rp 150 ribu per 3 kubik,” sebutnya.

Menurut Asiman, pengerukan pasir dari parit limbah lahan perkebunan itu terlaksana karena dimohonkan masyarakat. “Namanya pemberdayaan dan orang kerja. Jadi dibilang agar setiap minggu saya bayar, begitu ceritanya,” ungkap Asiman.

“Belum ada kita pakai. Baru 3 motor (truk) dan itu pun saya tumpuk disitu. Siapa bilang itu untuk bahan baku proyek rabat beton dari dana desa kami di Dusun 5. Gak ada itu. Kalau Piktor Sinaga keberatan, ya kita buat pasir itu nantinya untuk menimbun jalan,” kilahnya.

Namun apa yang dikatakan Asiman untuk pemberdayaan warga tersebut dibantah sejumlah warga.

“Hancur lah kalau Pangulu seperti itu hanya memikirkan kepentingan pribadi. Itu namanya tidak memperdayakan masyarakat. Pangulu mau meraup untung sebanyak-banyaknya. Dia Pangulu, dia pula yang kerja dan memberdayakan truknya mengangkut pasir dari parit,” sebut warga.

Warga lainnya menuturkan, pasir yang diangkut kemarin meemang belum dipakai, namun sebelumnya beberapa kali sudah digunakan. “Lagian, Pangulu tidak menjadi pelaksana kegiatan dana desa atau pekerja,” ucap pria bertubuh tambun.

Lanjutnya, yang telah dilaksanakan Pangulu kurang memberdayakan masyarakat sekitar. Dan bahan pasirnya apakah terserap untuk nilai material atau jadi upah harian orang kerja. (Zai)