Nama Antonoius Saragih di B1 KWK Beda, Silverius Bangun : Camat Raya Bukan Saksi

Silverius Bangun dan Camat Raya, Tagon Sihotang saat akan meninggalkan PN Simalungun, Rabu (16/9/2020) dengan Humas PN Simalungun, Aries Kata Ginting.

Simalungun, Lintangnews.com | Silverius Bangun membantah Camat Raya, Tagon Sihotang saksi pada sidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun terkait putusan jika Antonoius Saragih adalah Anton Achmad Saragih yang diusung PDI-Perjuangan sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati Simalungun pada bulan Desember mendatang.

IKLAN

“Tagon gak ada saksi disitu. Memang apa kapasitas Tagon.┬áKaitan Tagon apa? Yang saksi atas putusan PN Simalungun itu aku dan Tomi Leonardo. Orang Jawa, dia sipil dan tinggal dekat rumahku di Kota Siantar. Bagi warga negara kita gak berhak mengomentari putusan PN,” ucap Silverius, Rabu (16/9/2020).

Menurut Silverius, dirinya menjadi saksi pada permohonan perubahan nama Antonoius Saragih menjadi Anton Achmad Saragih. Dia juga mengaku, begitu mengenal sosok Balon Bupati Simalungun itu lantaran telah mengabdi sebagai pekerja di perusahan keluarga Anton Achmad Saragih.

“15 tahun lebih saya bekerja di grup perusahaan pak Saragih (JR Saragih Bupati Simalungun). Jadi namanya itu Antonius Saragih, bukan Antonoius Saragih. Itu kesalahan tulis pihak sekolah,” celoteh Silverius menyakinkan sejumlah media yang memintai konfirmasi terkait kesaksiannya.

Lalu cerita Silverius, jika hakim bertanya pernah tau Anton Achmad Saragih? “Saya bilang pernah. Yaitu waktu bersama-sama keluarga ini. Jadi kalau sekolah dulu ada salah nama. Makanya namanya Antonius Saragih tertulis Antonoius Saragih. Pemilihan nama Anton Achmad Saragih, diambil lantaran nasihat dari guru spiritual keluarga KH Zainuddin MZ,” imbuhnya.

“Zainuddin MZ itu kan Kiyai nya orang ini. Anton, nama mu kan Anton, buatlah Achmad. Mungkin seperti itu bunyinya,” ujar Silverius dan mengatakan itu sesuai keterangan dari istri Anton Achmad Saragih.

Silverius menjelaskan, sebelum menjadi warga Kabupaten Simalungun, Anton Saragih merupakan warga Bintaro Jakarta Selatan. Di kota itu, abang JR Saragih sudah memiliki KTP bernama Anton Achmad Saragih.

“Yang kemudian menjadi salah satu dokumen perubahan nama ke PN Simalungun,” tukasnya.

Sebelumnya, Humas PN Simalungun, Aries Kata Ginting membenarkan ada warga negara yang memohon perubahan nama. Yakni pada tanggal 27 Agustus 2020 lalu. Perubahan nama itu dari Antonoius Saragih atau Anton Achmad Saragih menjadi DR H Anton Achmad Saragih.

Keterangan itu disampaikan kepada 2 orang wartawan sebagai perwakilan, Rabu (16/9/2020) di ruang tamu terbuka PN Simalungun di Jalan Asahan Km 3,5 Kecamatan Siantar. Ia menuturkan, administrasi kependudukan pemohon sudah berubah menjadi Anton Achmad Saragih.

“Jadi dalam permohonan itu, Akte Kelahiran, Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sudah berubah menjadi Anton Achmad Saragih. Kemudian kita terima dan putuskan mengabulkan permohonan. Ada pun hakim tunggal yang mengabulkan permohonan adalah Abdul Hadi, tak lain Ketua PN Simalungun,” katanya.

Aries memperjelas, putusan hakim itu berangkat dari data kependudukan yang dilampirkan pemohon dan keterangan saksi.

“Karena itu data-data menunjukkan orang yang sama, alat bukti dan saksi-saksi, maka PN Simalungun pun meneruskan (mengabulkan),” ungkapnya. (Zai)

IKLAN