Nasril Bahar Berharap Usaha Ultra Mikro di Siantar Bangkit  

Anggota DPR RI Komisi VI,  Nasril Bahar saat presentase Integrasi Ekosistem Ultra Mikro. 

Siantar, Lintangnews.com | Di masa pandemi Covid-19, perekonomian rakyat mengalami kelesuan, khususnya usaha Ultra Mikro (UMi) atau kategori kecil bawah.

Untuk itu, perlu dibuka akses pembiayaan, sehingga saat pandemi berakhir, mampu bangkit sebagai penopang perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Komisi VI, Nasril Bahar saat presentase Integrasi Ekosistem Ultra Mikro, berlangsung di aula SMP Muhammadiyah Jalan Merdeka, Kota Siantar, Sabtu (5/6/2021).

Kegiatan berupa sosialisasi yang tetap dilakukan sesuai protokoler kesehatan(prokes)  itu, menyertakan BRI, Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PMN). Sedangkan para peserta terdiri para pelaku usaha Ultra Mikro dan UMKM se Kota Siantar.

Akses pembiayaan untuk pengusaha ultra mikro itu dikatakan seperti, pinjaman individu berbasis fidusia, pinjaman gadai, pinjaman berbasis kelompok dan pembiayaan berbasis transaksi. Juga akses simpanan, pembayaran dan investasi.

Dijelaskan Nasril, pembiayaan UMi merupakan program lanjutan program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro di lapisan terbawah yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Pembentukan integrasi ekosistem UMi dilakukan sebagai perwujudan misi pemerintah untuk memaksimalkan dorongan bagi UMi dan UMKM agar semakin tumbuh dan terjangkau layanan keuangan formal atau bankable,” ujarnya.

Politisi PAN ini menjelaskan, dengan adanya akses pembiayaan dan di Siantar ada 75 unit pelaku usaha Ultra Mikro bisa memanfaatkan permodalan antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Apalagi dilakukan pendampingan dari perbankan dan non perbankan serta PMN (persero). Dapat juga dilakukan  secara kelompok maupun perorangan.

“Kalau pandemi Covid-19 berakhir tetapi pelaku usaha Ultra Mikro tak mampu bangkit, perdagangan global dari luar negeri menjadikan Indonesia sebagai pasar empuk. Sehingga, kita tetap sebagai konsumen, bukan produsen,” ujarnya.

Dengan pembiayaan perbankan dan non perbankan Ultra Mikro dengan maksimal, diharap naik level menjadi UMKM untuk selanjutnya menjadi pelaku usaha menengah ke atas. Kemudian, data Ultra Mikro yang ada tetap menjadi acuan pembIyaan yang baru. Karena bisa terintegrasi secara nasional.

Nasril berharap, pelaku Usaha Mikro tidak tergoda ‘rayuan’ para rentenir yang memang mudah untuk mendapatkan dana. Namun, memiliki suku bunga yang ‘mencekik leher’. Sedangkan pembiayaan melalui bank konvensional dan non perbankan untuk Ultra Mikro yang ada, siap mempermudah pembiayaan untuk permodalan.

“Pelaku Ultra Mikro harus bangkit memanfaatkan pembiyaan yang ada. Dan, kita tetap melakukan pemantauan karena program ini terus berkelanjutan” ujarnya.

Usai presentase Nasril, pihak Perbankan, Pegadaian dan PMN juga melakukan pencerahan tentang bagaimana caranya agar Ultra Mikro bisa mendapat pembiayaan dengan cara yang mudah. (Elisbet)