P-APBD 2021 Ditolak, Ini Efeknya di SDN 173511 Pusuk dan SDN 173475 Peadungdung

Para siswa-siswi SD belajar dengan kondisi meubelair memprihatinkan.

Humbahas, Lintangnews.com | Batalnya pengesahan Perubahan APBD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) tahun anggaran (TA) 2021 menjadi Peraturan Daerah (Perda) karena ditolak DPRD setempat, membuat banyak pihak berdampak, terlebih pada nasib siswa-siswi yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Pasalnya, anak didik yang harusnya mengikuti proses mengajar dan belajar dapat berkonsentrasi lantaran meubelair (meja dan kursi-red) baru karena ditampung di P-APBD itu, kini kehilangan mendapatkan kesempatan tersebut.

Semisal, nasib siswa-siswi di SD Negeri 173511 Pusuk, Kecamatan Parlilitan dan SD Negeri 173475 Peadungdung Kecamatan Pakkat. Dari total 30 sekolah penerima meubelair jenjang SD P-APBD tahun 2021, dimana meja maupun kursinya bergoyang dan berlubang.

Kepada wartawan, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 173511 Pusuk, Prelli Simanjuntak menyampaikan, kabar itu sungguh mengejutkan dan membuat mereka kecewa. “Ini yang kami tunggu-tunggu pak dan sudah sekian lama. Jelasnya kami sangat menyayangkan,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (30/9/2021).

Prelli mengungkapkan, batalnya penggunaan P-APBD 2021 bukan keputusan yang mengenakkan. Karena, dari Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Humbahas sudah memberikan lampu hijau, jika sekolahnya akan mendapatkan bantuan meubelair baru.

“Ini sudah kami laporkan dan mengajukan untuk perbaikan. Namun, setelah ada tanda-tanda akan diperbaiki karena ditampung di P-APBD dan ternyata gagal. Mau bilang apa lagi pak, kami pasrah lah,” tandasnya.

Prelli menceritakan, kondisi meja dan kursi di sejumlah ruang kelas sekolah yang dipimpinnya itu sudah terjadi lebih dari 3 tahun dan saat ini sungguh memprihatinkan. Menurutnya, meja maupun kursinya sudah bergoyang dan berlobang. Dan juga tidak memiliki sandaran lagi.

Prelli mengatakan, dari kondisi fasilitas itu tentu saja membuat aktifitas belajar dan mengajar tidak nyaman. Meski begitu, para siswanya terpaksa masih menggunakannya, karena tidak ada pilihan lain. “Bahkan 1 kursi pun harus digunakan oleh 2 orang pelajar,” ungkap Prelli.

Selain kondisinya yang sudah rusak, jumlah meja dan kursi pun juga masih minim. “Ada 6 ruangan. Tiga ruangan yang mengalami kerusakan meja dan kursi. Itu pun meja kursi dinilai masih minim, sehingga perlu penambahan,” katanya.

Tak hanya itu, kondisi saat ini juga sekolah juga membutuhkan tenaga pendidik. “Siswa-siswi berjumlah 110 orang. Guru 7 orang termasuk Kepsek. Guru kelas kurang 1 orang, ditambah guru agama dan olahraga, serta operator masih honor,” sebut Prelli.

Untuk itu, ia berharap agar Pemkab dan DPRD Humbahas bisa memperhatikan nasib sekolahnya dan yang lain. “Kami ingin proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik, supaya anak-anak kita enak untuk belajar dan tidak takut lagi untuk duduk,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepek SD Negeri 173475 Peadungdung, Midauli Samosir. “Iya, sedih dan kecewa pak. Tadinya mengharapkan dapat bagus tentunya, ini tidak ada,” katanya saat dihubungi.

Menurut Midauli, meja dan kursi ini memang sudah perlu untuk diganti karena kondisinya 75 persen tidak layak untuk dipakai. Dimana kondisi kursi yang seharusnya memiliki 4 kaki, kini sudah bergoyang dan tidak memiliki sandaran. Bahkan, ada sandaran kursi mau copot.

Tak hanya kondisi meubelair itu, pihak sekolah juga mengalami kekurangan tenaga pendidik. Dengan total 126 orang siswa-siswi, hanya 3 orang tenaga pendidik ditambah 5 orang tenaga honor, sudah termasuk operator.

Untuk itu, dia berharap, agar pemerintah dapat kembali memperhatikan kondisi sekolahnya. Agar, anak didiknya sebanyak 126 siswa dapat belajar dengan baik.

Ada pun sekolah penerima meubelair di Kecamatan Pakkat, yakni SDN 173470 Tolping, SDN173475 Peadungdung, SDN 173479 Napaparira, SDN 173481 Ambobi, SDN 174544 Pakkat, SDN 175784 Tukka Toruan dan SDN 177935 Sihorbo Rura Tanjung.

Kemudian, sebanyak 5 sekolah di Kecamatan Parlilitan. Yakni, SDN 173494 Alahan, SDN 173500 Hutagodung, SDN 173505 Siringoringo, SDN 173511 Pusuk dan SDN 174545 Parlilitan.

Terakhir, sebanyak 3 sekolah di Kecamatan Tarabintang, yakni SDN 173490 Simbara dan SDN 173498 Sahombu. Kemudian, sebanyak 2 sekolah di Kecamatan Dolok Sanggul. Antara lain, SDN 173393 Dolok Sanggul dan SDN 173424 Lumban Naungkup.

Selanjutnya 2 sekolah di Kecamatan Bakti Raja yakni SDN173353 Simangulampe dan SDN 173360 Bakti Raja.

Untuk Kecamatan Lintong Nihuta yakni, SDN 173322 Parulohan dan SDN 173330 Sibuntuon. Sementara di Kecamatan Onan Ganjang yakni, SDN173444 Parbotihan, SDN 175792 Sibuluan dan SDN 176495 Parnapa.

Di Kecamatan Paranginan yakni, SDN 173319 Pearung Paranginan dan SDN 173337 Paranginan.

Kemudian di Kecamatan Pollung yakni, SDN 175780 Aeknauli dan SDN 177058 Pollung. Terakhir di Kecamatan Sijamapolang yakni, SDN 173438 Bonan Dolok dan SDN 173459 Doloknauli. (DS)