
Humbahas, Lintangnews.com | Aksi penyegelan sejumlah ruangan di Sekretariat DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dilakukan 15 orang anggota dewan pada 31 Mei 2021 kemarin.
Penyegelan itu berdampak pada pekerjaan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honor Sekretariat DPRD. Mereka terpaksa pindah ke ruangan lama yang sudah tidak pernah lagi dipakai untuk bekerja.
Dari amatan wartawan, Rabu (2/6/2021), sebanyak 5 ruangan yakni Bagian Umum, Sekretaris Dewan (Sekwan), Perencanaan Keuangan, Bendahara dan Persidangan masih tertutup dengan broti.
Dampak penyegelan itu, sejumlah ASN dan tenaga honor bekerja tidak seperti biasanya. Sebanyak 28 orang ASN, dan 22 orang honor pindah ke ruangan yang tidak pernah lagi dipakai dan tak ikut disegel.
“Kemana lagi kami bekerja. Ya, terpaksalah pindah ruangan,” ucap salah satu pegawai.
Ironisnya, mereka yang bekerja tidak seperti biasanya. Hanya datang, duduk dan mengerjakan sesuatu dengan memakai peralatan seadaanya. “Ya, bisa dilihat bagaimana keadaan di ruangan ini,” ujar pegawai lainnya.
Selain itu, sejumlah anggota dewan juga banyak tidak masuk kantor. Tampak, hanya anggota dewan dari Fraksi PDI-Perjuangan yang masuk kantor yakni, Kepler Torang Sianturi, Minter Hulman Tumanggor dan Tingkos Silaban.
Sementara dari15 orang anggota dewan yang melakukan penyegelan tidak ada satupun yang masuk kantor, termasuk Wakil Ketua DPRD, Marolop Manik, Labuan Sihombing.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekwan, Pantas Purba yang hendak dikonfirmasi hingga sampai saat ini belum bersedia. Dia mengaku, lagi kedatangan tamu dari Polres Humbahas.
“Masih ada Kasat Intel,” elaknya saat di ruangan Fraksi PDI-Perjuangan sembari menunjuk AKP Basuki.
Terpisah, Kepala Satpol PP, Edy Sinaga yang dikonfirmasi terkait penyegelan itu, belum menjawab. Namun Edy bersama anggotanya sempat menyambangi kantor DPRD Humbahas. (DS)


