Pedagang Keliling Lihat Mobil Fortuner BK 4 PD Digunakan Oknum Caleg Demokrat

Mobil Fortuner BK 4 PD yang digunakan oknum Caleg Partai Demokrat saat dikonfirmasikan pada Ketua Panwascam Bandar Masilam.

Simalungun, Lintangnews.com | Pedagang bakso bakar keliling, Darma, warga Huta IV Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun mengaku ada melihat mobil Toyota Fortuner warna hitam plat hitam dengan nomor polisi (nopol) BK 4 PD digunakan oknum Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrat nomor urut 4 Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Simalungun bernama Pendi Damanik.

“Iya ada saya lihat padaJumat (29/3/2019) di Huta 3 Nagori Bandar Tinggi. Saat itu ada acara perwiritan Yasin Akbar digelar 3 bulan sekali. Saya kan jualan bakso bakar keliling. Saat itu saya mangkal jualan seberang jalan sebelum masjid tempat perwiritan,” ungkap Darma, Sabtu (6/4/2019).

Lalu masuk mobil Fortuner BK 4 PD melintas tempat Darma berjualan (ke arah dalam), persisnya di bawah pohon rambutan besar, kendaraan itu parkir. Saat mobil itu parkir, lanjut Darma, dirinya meihat Pendi Damanik turun dan pergi ke masjid tempat perwiritan para emak-emak (ibu-ibu).

Disinggung apakah dirinya mengenali mobil tersebut, Darma menuturkan, kalau melihatnya lagi pasti kenal. Namun dirinya gak tau apa itu mobil orang lain.

“Karena cerita-cerita orang, mobil itu baru dibeli Wak Pendi (Pendi Damanik). Ya kita kan gak tau rejeki orang. Bisa saja seseorang itu kaya mendadak. Buat apa iri,” tukas Darma.

Dia menuturkan, setiap hari berjualan keliling. Hanya saat ada pesta hajatan, jualannya tidak keliling. “Baru lalu saya lihat Wak Pendi pakai mobil Fortuner warna hitam juga. Tapi BK (plat mobil) nya lain. Banyak angkanya. Ada 4 angka dan hampir mirip memang. Gak bisa saya pastikan apakah itu mobil sebelumnya,” ungkap Darma.

Mirisnya lagi, kedatangan Pendi Damanik ke Perwiritan Yasin Akbar di Huta III Nagori Bandar Tinggi itu terungkap bukan atas undangan. Jusrtu malah nekad memperkenalkan dirinya sebagai Caleg DPRD Simalungun.

“Gak ada, dia (Pendi Damanik) datang sendiri. Kami gak ada ngundang caleg-caleg. Dia datang, masa kami suruh dia pulang, gak mungkin lah. Dia datang cuma mengenalkan sebagai Caleg. Perwiritan kami itu meliput Bandar Tinggi, Bandar Rejo, Ilias Baru, sampai Sonak. Gak mungkin kami ngundang caleg, namanya juga perwiritan,” ungkap Rusliana selaku Ketua Perwiritan Huta III Bandar Tinggi. (zai)