Pekerjakan Karyawan Hari Libur Alami Kecelakaan Kerja, Kebun BP Mandoge Langgar PKB

Asisten APK Mashudi memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya.

Asahan, Lintangnews.com | Karyawan PTPN IV Kebun Bandar Pasir Mandoge di Afdeling 7 alami kecelakaan kerja pada hari libur, sehingga mendapat perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Balimbingan.

Disinyalir manejemen Kebun BP Mandoge melanggar Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara serikat kerja yang ada dalam perkebunan tersebut.

Manajer BP Mandoge, Agustian Herianto melalui Asisten APK, Mashudi membenarkan adanya kecelakaan kerja di Afdeling 7 pada karyawan bernama Ucok Manuntun Sihotang pada saat waktu libur kerja, Minggu (5/12/2021). Namun karyawan itu telah mendapat perawatan medis.

“Benar terjadi kecelakaaan kerja pada hari libur, namun karyawan itu sudah dirawat di RS Balimbingan,” ungkap Mashudi kepada lintangnews.com di ruang kerjanya, Senin (6/12/ 2021).

Dia menjelaskan, pihak BP Mandoge tidak meliburkan karyawan pada waktu hari libur dikarenakan waktu musim panen. Sehingga tidak ada waktu libur diberikan demi mengejar target dan dikhawatirkan nantinya buah kelapa sawit busuk.

“Kita khawatir buah busuk mengingat musim panen raya, sehingga tidak ada waktu libur. Begitu pun upah diberikan secara lebih, karena bekerja pada waktu libur sesuai aturan tentang upah,” katanya.

Sementara itu, diduga manejemen BP Mandoge melanggar PKB antara Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN).

Khususnya pasal 24 yang menyebutkan, setiap karyawan berhak atas libur resmi yang ditetapkan pemerintah, bila diperlukan untuk perubahan atau penukaran atas hari kerja dengan hari libur atau sebaliknya sesuai dengan kebutuhan kepentingan perusahaan, maka dapat dimusyawarahkan dengan SP BUN terlebih dahulu minimum 4 hari sebelum melaksanakan ketentuan yang berlaku.

Menanggapi kesepakatan tersebut, Mashudi mengatakan, itu bukan menjadi regulasi, namun si pekerja bersedia untuk bekerja dan tidak menjadi masalah.

“Kalau si pekerja itu mau bekerja pada waktu libur tidak masalah. Sedangkan serikat pekerja itu hanya sebagai wadah untuk menampung aspirasi saja,” ujarnya.

Mengenai soal musyawarah untuk memberikan izin terhadap karyawan yang ingin bekerja pada hari libur harus ada persetujuan dari SP BUN, dirinya menyebutkan itu di bagian tanaman. “Kalau soal musyawarah itu ada di bagian tanaman,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua SPBUN BP Mandoge, Muhammad Siregar saat dikonfirmasi terkait izin bekerja pada waktu libur mengatakan, tidak ada memberikan izin kepada karyawan pada waktu libur.

“Tidak ada saya berikan izin untuk bekerja pada waktu libur, khusus pada hari Minggu semalam,” ujarnya.

Dirinya juga mengakui, pihak manejemen BP Mandoge sudah ada melayangkan surat kepada SPBUN, namun tidak ditandatangani olehnya.

“Di dalam aturan dan kesepakatan serikat pekerja dijelaskan, permohonan itu diajukan 4 hari sebelum melaksanakannya,” ujarnya. (Heru)