Pelaku Penganiayaan di Desa Hariara Pintu Tak Ditahan, Ini Alasan Polres Samosir

Bukti laporan korban ke Polres Samosir.

Samosir, Lintangnews.com | Beberapa bulan berlalu, Polres Samosir membiarkan  pelaku penganiayaan bebas berkeliaran, sementara pihak keluarga korban meminta agar bersangkutan ditahan.

Kasus penganiayaan yang pelaku inisial RG (40) terhadap korban Kristina Pasaribu (23) terjadi di Dusun I Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir pada 30 Mei 2021 lalu, hingga saat ini tak kunjung ada titik terangnya.

Polres Samosir terkesan mengistimewakan pelaku yang tak kunjung ditahan dan masih bebas berkeliaran, serta beraktifitas seperti biasanya. Ini membuat korban merasa keadilan hukum tidak berlaku terhadap dirinya.

“Sudah 2 bulan pelaku tidak ditahan, bahkan bebas berkeliaran. Akibatnya saya dan keluarga selalu was-was pelaku bisa mengulangi perbuatannya,” kata Kristina, Sabtu (31/7/2021).

Dirinya berharap, agar Polres Samosir bisa menangani kasus penganiayaan yang dialami dan meminta pelaku ditahan.

Korban menjelaskan, aksi penganiayaan yang dilakukan RG sudah dilaporkan dengan bukti laporan: STPL/113/V/2021/SPKT/POLRES SAMOSIR/POLDA SUMUT.

“Saat melapor ada hasil visum saya dan saksi 2 orang. Saksi sudah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian,” jelasnya.

Dalam keterangannya, korban dipukul dan dibenturkan ke dinding, serta diinjak-injak sampai pingsan hingga mengalami luka di tangan dan bahunya.

Kasubag Humas Polres Samosir, Aiptu Awaludin ketikak dikonfirmasi awak media mengatakan, berkas perkara korban sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) pada tanggal 22 Juli 2021.

“Belum diketahui apakah nanti berkas itu P21 atau lengkap. Karena berkas itu nanti akan diperiksa lagi sama mereka (Kejaksaan),” sebutnya.

Aiptu Awaludin menambahkan, tidak dilakukan penahanan, karena pelaku kooperatif dan dijamin suaminya. “Pelaku juga memiliki anak usia sekitar 6 bulan hingga 1 tahun dan sudah kita cek ke rumahnya,” ujarnya. (Tua)