Pemdes Sigompul Adakan Sosialisasi dan Pembentukan PATBM

Kegiatan sosialisasi dan pembentukan PATBM di Desa Sigompul.

Humbahas, Lintangnews.com | Pemerintahan Desa (Pemdes) Sigompul, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pembentukan pengurus Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Rabu (10/8/2022) di kantor Desa setempat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengundang berbagai pihak seperti Polres Humbahas, Kejaksaan Negeri (Kejari) Dolok Sanggul diwakili Andy Labanta, unsur pimpinan Kecamatan dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Perempuan dan Anak (PMDP2A), Binsar Marbun.

Polres Humbahas diwakili Aiptu Aladin Siregar selaku penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dalam paparannya menjelaskan, beberapa faktor penyebab terjadinya tindak kekerasan pada anak yaitu alkohol, gadget dan media sosial (medsos).

Hal senada juga diungkapkan Andy Labanta. Dia mengatakan, masyarakat berperan penting dalam mencegah atau meminimalisir tindak kekerasan pada anak.

“Tingkat pertama pencegahan kekerasan itu ada pada keluarga, lalu masyarakat. Seorang anak itu memang tanggung jawab orang tua. Namun kalau si anak sudah keluar dari rumah, tanggung jawab itu berubah menjadi tanggung jawab masyarakat,” ujar Labanta.

Sementara itu, Binsar Marbun mengucapkan apresiasi dan terima kasih pada Pemdes Sigompul atas dilaksanakannya sosialisasi ini. Menurutnya, hal ini penting diterapkan di masyarakat mulai tingkat Desa untuk meminimalisir tingkat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Binsar menuturkan, tingkat tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan lewat kepedulian masyarakat, melalui budaya-budaya yang turun temurun dari leluhur, keimanan serta pendidikan.

“Kekerasan itu bisa dicegah melalui nasihat-nasihat leluhur, kalau di kita Batak namanya Dalihan Natolu. Selanjutnya dengan iman terhadap Tuhan dan tingkat pendidikan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Melalui terbentuknya PATBM ini, Binsar berharap, para korban kekerasan yang ingin melapor dapat terbantu melalui pendampingan PATBM.

PATBM kata Binsar, harus dapat menjadi unit reaksi cepat yang mewakili pemerintah guna mencegah, menyelesaikan dan meminimalisir tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Desa. (JS)