Pemkab Asahan Tidak Anti Kritik, Ini Penjelasan Kadis Kominfo

Kepala Dinas Kominfo Pemkab Asahan, Rahmad Hidayat Siregar saat gelar pertemuan kepada sejumlah awak media online.

Asahan, Lintangnews.com | Gelar pertemuan dengan para awak media online di Aula Kenanga kantor Bupati Asahan, Kepala Dinas Komunikasi Informasi (Kominfo), Rahmat Hidayat Siregar mengatakan, Pemkab Asahan tidak anti kritik.

“Kita siap dikritik, namun membangun, tidak tendensius bahkan menghujat. Sehingga kemajuan Kabupaten Asahan terus meningkat dan mampu mendorong visi misi Asahan,” ujar Hidayat, Kamis (24/1/2019).

Dirinya juga tidak menepis bahwa komunikasi antara awak media dan pejabat tertentu terkadang terhalangi dengan beragam alasan untuk menkonfirmasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam sebuah jawaban yang akan dijadikan berita.

“Kita mengharapkan kiranya kepada seluruh pejabat pengelola informasi dan dokumentasi OPD dapat bekerja sama secara baik dan memberikan informasi. Dalam waktu dekat, Wakil Bupati (Wabup) akan mengumpulkan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk membahas persoalan ini,” ujar Hidayat.

Dia mengatakan, mengumpulkan PPID itu nanti bertujuan untuk menyampaikan tentang tugas pokok dan fungsi PPID, di antaranya pemberian informasi kepada wartawan, sehingga seluruh program pembangunan Pemkab Asahan bisa diterima masyarakat dengan baik dan benar sesuai harapan.

“Pemerintah dibentuk sebagai produk demokrasi untuk menyejahterakan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga bisa menyalahgunakan kekuasaannya maka harus dikontrol produk lain yaitu parlemen. Lalu ketidak harmonisan kedua produk itu bisa saja terjadi yang merugikan masyarakat, sehingga harus dikontrol oleh alat demokrasi lain yaitu pers,” ujar Hidaya sembari mengatakan, pemerintah dan pers harus sama-sama profesional dalam tugasnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Asahan, Indra Sikoembang memberikan apresiasi kepada Dinas Kominfo dalam upaya menjembatani hubungan antara insan pers dengan pejabat Pemkab Asahan agar semakin harmonis.

Indra mengatakan, ada oknum pejabat di Pemkab Asahan yang alergi ketika bertemu dengan wartawan, sehingga memicu kecurigaan negatif dan membuat oknum wartawan melampiaskannya melalui pemberitaan dan tidak objektif hingga melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ) itu sendiri.

“Tidak terima dirinya dikritik membuat pejabat alergi dan enggan melihat wartawan, sehingga membuat hubungan jadi tidak harmonis. Maka dampaknya wartawan kesulitan mengonfirmasi untuk berita, namun juga berdampak pada program dan pembangunan Pemkab Asahan yang tidak sampai kepada masyarakat,” ujarnya Indra.

Dirinya berharap kepada seluruh wartawan di Asahan dapat menjunjung tinggi KEJ dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistik, dengan tujuan menghasilkan sebuah karya jurnalistik yang akurat, sehingga mampu mencerdaskan masyarakat yang membacanya terkhusus di Asahan. (heru)