Pemkab Humbahas Minim Perhatian Terhadap Kesehatan Penghuni Rutan

Salah seorang warga binaan Rutan Pangkalan Brandan diperiksa sebelum dimasukan ke ruangan mapenaling selama 14 hari di Rutan Humbahas.

Humbahas, Lintangnews.com | Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) dinilai belum memperhatikan hak kesehatan petugas dan Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB di daerah itu.

Itu pun, perhatian dari pihak pemerintah hanya melakukan penyemprotan disinfektan sekali saja di Rutan Humbahas.

Kepala Rutan (Karutan), Revanda mengatakan, sejak pandemi Covid-19 (Virus Corona) ini, pihaknya tidak pernah mendapat perhatian kesehatan maupun bantuan lainnya dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Humbahas.

“Sekali pernah menyemprot ke dalam Rutan, tetapi itupun mereka lakukan sudah telat ketika kita juga sudah melakukannya sendiri. Kemudian melaporkan ke atasan baru lah besoknya tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Humbahas datang untuk melakukan penyemprotan di dalam Rutan,” ungkap Revanda saat disinggung soal pemeriksaan 5 orang WBP dari Rutan Pangkalan Brandan yang dipindahkan ke Rutan Humbahas.

Selama ini, sambungnya, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan dengan cara-cara sendiri sesuai Standard Operational Procedural (SOP) sesuai surat Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nomor PAS-OT.02.02-17.

Revanda menyebutkan, pihak Rutan melakukan pembuatan bilik sterilisasi dari fiber plastik dengan bahan kimia dari dettol, penyemprotan disinfektan dengan bahan kimia lysol conceentre, termasuk obat-obatan yang telah tersedia.

Terkait Alat Pelindung Diri (APD), pihaknya memakai alat baju dari bahan parasut dengan pelindung kepala memakai dari bahan plastik.

Diketahui jumlah penghuni Rutan sebanyak 529 orang telah melebih kapasitas 480 orang, juga menghadapi masalah pemeriksaan kesehatan yang harus melayani masalah kesehatan seluruh warga binaan.

Jumlah itu sudah termasuk tambahan 5 orang WBP dari Rutan Pangkalan Brandan dan hanya ditangani 1 orang tenaga medis dari Poltekes Kemenkes, Kota Siantar. Itu pun karena diangkat menjadi tenaga honorer oleh Karutan atas kebijakan sendiri.

Revanda berharap, Pemkab Humbahas memberikan perhatian berupa bantuan kesehatan dan tenaga medis. Ia pun juga mengaku cemburu, melihat kepala daerah lain yang memberikan perhatian bantuan kesehatan maupun tenaga medis seperti di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Siborong-Siborong Rutan Tarutung, Rutan Balige dan lain-lain. (DS)