Samosir, Lintangnews.com | Pemkab Samosir mendapat 300 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.
Bantuan diterima langsung Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Samosir, Tumiur Gultom di kantornya, Jumat (15/7/2022).
Penyerahan vaksin PMK itu dihadiri Kasat Binmas Polres Samosir, AKP Catur Haryadi dan perwakilan Kodim 0210/TU, Serda Abidin Sihotang.
Pemberian bantuan vaksin dimaksudkan untuk mencegah penyebaran PMK di Sumut, mengingat kasus terkonfirmasi sudah mencapai 14 ribu lebih ternak ruminansia rentan PMK (sapi, kerbau, domba, kambing dan babi) yang menyebar di 19 Kabupaten/Kota.
Tumiur menjelaskan, vaksin PMK yang diterima adalah bantuan tahap kedua dari Pemprovsu. Sebanyak 10.000 dosis vaksin disalurkan dengan sasaran seluruh Kabupaten/Kota yang telah terkonfirmasi dan rentan tertular PMK.
“Vaksin diprioritaskan untuk vaksinasi ternak sapi yang sehat. Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk vaksinasi ternak rentan PMK lainnya seperti kerbau,” tambahnya.
Dijelaskan, rencana pelaksanaan vaksinasi akan dilaksanakan mulai tanggal 21-23 Juli 2022 di Kecamatan yang akan ditentukan kemudian, karena masih dalam tahap identifikasi oleh petugas di lapangan.
“Identifikasi ini perlu karena terbatasnya vaksin yang tersedia. Sehingga diambil kebijakan sasaran vaksinasi adalah ternak yang rentan tertular PMK,karena berbagai factor. Seperti daerah dengan intensitas lalu lintas ternak yang tinggi, di antaranya Kecamatan Simanindo, Harian dan Sianjur Mulamula. Pelaksanaan vaksinasi PMK akan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” jelas Tumiur.
Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Maria Helentina Simamora mengharapkan, agar Pemkab Samosir dapat segera melakukan vaksinasi PMK dengan menggunakan vaksin yang sudah diterima.
Dia mengatakan, penentuan sasaran vaksinasi diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Samosir sesuai dengan pertimbangan teknis oleh petugas medis atau dokter hewan setempat.
“Apabila vaksinasi ini cepat dilaksanakan dan dilaporkan hasilnya kepada Pemprovsu melalui iSIKHNAS, maka akan menjadi penilaian dalam penambahan bantuan vaksin berikutnya,” ucap Maria. (Manru)



