Pemkab Simalungun akan Bangun Gedung Instalasi Bedah Sentral Covid-19 di Batu 20

Dokter RS Fasilitas Darurat Khusus Covid-19 Batu 20 saat menyematkan hiou kepada pasien Covid-19 yang dinyatakan sehat dan dipulangkan.

Simalungun, Lintangnews.com | Bertekad memberikan pelayanan yang lebih baik, Rumah Sakit (RS) Fasilitas Darurat Khusus Covid-19 milik Pemkab Simalungun di Batu 20 Nagori Marjandi Embong, Kecamatan Panombeian Panei berencana membangun gedung instalasi bedah sentral yang baru dengan membonceng rekanan dari Kota Medan.

“RS Fasilitas Darurat Khusus Covid-19 di Batu 20 akan membangun satu unit gedung baru. Khusus ruangan operasi. Gak tau apa urgent (penting) nya instalasi bedah sentral di sana. Apakah Covid-19 bisa dibedah. Miris lagi, rekanannya dari Medan. Kan ini sudah mengabaikan rekanan lokal,” ungkap sumber, kemarin.

Dikatakan, Pemkab Simalungun di masa pandemi Covid-19 ada merehab dan membangun gedung baru di lokasi eks SMK Pertanian Batu 20. Untuk kegiatan itu, Pemkab Simalungun mengalokasikan anggaran Covid-19 dan dikerjakan instansi vertikal.

“Pengguna anggarannya, Pelaksana Tugas (Plt) Dirut RS Fasilitas Darurat Khusus Covid-19, Jan Maurisdo Purba, termasuk untuk pembangunan gedung instalasi besah sentra Covid-19. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek itu, Dedi Saragih,” tukas sumber.

Terkait informasi ini, Plt Direktur RS Fasilitas Darurat Khusus Covid-19 Simalungun, Jan Maurisdo Purba, terhitung kemarin dan sampai saat ini belum bersedia memberikan keterangan. Meskipun konfirmasi telepon seluler dilayangkan tertanda ceklis dua.

Sementara dari oknum PPK, Dedi Cristi Saragih kemarin tidak membantah adanya wacana Pemkab Simalungun membangun gedung instalasi bedah sentral di RS Fasilitas Darurat Khusus Covid-19 di Batu 20 Nagori Marjandi Embong.

“Sampai saat ini masih tahap perencanaan. Maaf ya bang. Slow respon. Lagi dibawa kendaraan. Proses kita belum sampai ke metode pemilihan penyedia. Saat ini masih proses perencanaan. Sambil kita pelajari lagi atauran mengenai pengadaan barang/jasa khusus penanganan Covid-19,” tulis WhatsApp (WA) nya.

Menurutnya, Pemkab Simalungun dalam membangun gedung baru instalasi bedah sentral akan pakai jasa konsultan perencana yang berpengalaman. “Kita pakai konsultan perencana yang berpengalaman atas pekerjaan serupa,” tolaknya enggan menjelaskan nama perusahaan konsultan perencana dimaksud.

Lanjutnya, Minggu (19/7/2020)m terkait wacana Pemkab Simalungun membangun gedung baru instalasi bedah sentra pada RS Fasilitas Darurat Khusus Covid-19, belum menentukan siapa yang menjadi rekanannya. Namun setelah menyusun denah, Pemkab Simalungun baru mencari rekanan.

“Belum sampai kesitu bang. Perencanaan kita masih menyusun rencana kebutuhan gedung dan menyusun denah dan membahas apa saja kelengkapan gedung.

Kalau sudah sesuai baru kita carikan perusahaan konsultan untuk membuat DED (Detail Engineering Design),” tukasnya. (Zai)