Pemkab Simalungun Gelar Forum Konsultasi Publik RPJMD 2021-2026

Wakil Bupati Simalungun, Zonny Waldi membacakan sambutan Bupati, Radiapoh Hasiholan Sinaga.

Simalungun, Lintangnews.com | Pemkab Simalungun menggelar kegiatan forum konsultasi publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)  tahun 2021-2026.

Kegiatan itu secara resmi dibuka oleh Bupati, radiapoh Hasiholan Sinaga diwakili Wakil Bupati Simalungun, Zonny Waldi di Balei Harungguan kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Selasa (22/6/2021).

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Bontor Manullang dalam laporannya mengatakan, tujuan dilaksanakannya konsultasi publik, untuk memperoleh masukan dalam penyempurnaan rancangan awal RPJMD tahun 2021-2026.

“Sehingga nantinya dapat dipergunakan sebagai dasar dalam penyusunan dokumen RPJMD Simalungun untuk 5 tahun kedepan,” paparnya.

Forum konsultasi ini diikuti peserta terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, kalangan akademisi, undangan stakeholder, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Staf Ahli Bupati, Asisten, pimpinan OPD dan Camat, dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes).

Forum itu menghadirkan nara sumber dari Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah (Dirjen Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Bappeda Provinsi Sumatera Utara,  Bappeda Simalungun, Badan Pusat Statistik (BPS), Dewan Amdal dan Konsultan.

Ketua DPRD Simalungun dalam sambutannya tertulisnya yang dibacakan Wakil Ketua, Samrin Girsang mengatakan, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan forum konsultasi publik ini.

“Hal ini mengingat RPJMD tahun 2021-2026 merupakan dokumen perencanaan daerah yang memiliki peranan penting dan strategis sebagai penjabaran visi, misi dan program kerja kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memuat strategis pembangunan, kebijakan umum, program perioritas dan arah kebijakan keuangan daerah yang akan dilaksanakan 5 tahun kedepan,” sebutnya.

Program prioritas dari RPJMD ini tidak luput dari pengaruh pandemi Covid-19, sehingga program perioritas akan mengarah pada pemulihan ekonomi, pencegahan penyebaran virus dan perbaikan infrastruktur yang sudah mendesak di wilayah Kecamatan, demikian juga efektifitas program kegiatan.

“Karena itu kepada peserta diharapkan untuk dapat memberikan pendapat, pemikiran, tanggapan  dan saran untuk penyempurnaan rancangan awal RPJMD tahun 2021-2026,” sebut Samrin.

Sementara itu, Radiapoh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Zonny Waldi mengatakan, pada rumusan penjabaran visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Simalungun yang dituangkan di dalam dokumen RPJMD Simalungun tahun 2021-2026 mengangkat visi ‘Rakyat Harus Sejahtera’ dengan 10 misi.

“Visi dan misi inilah yang akan dirumuskan dan dijabarkan dalam dokumen RPJMD dan sebagai pedoman dalam menentukan arah kebijakan pembangunan 5 tahun kedepan,” ujarnya.

Lanjutnya, pertumbuhan perekonomian menjadi fokus utama pada arah kebijakan pembangunan disinergikan dengan pemerintah atasan yang berkaitan dengan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Jumlah angka penduduk miskin di Simalungun juga menjadi perhatian serius dalam penentuan arah kebijakan pembangunan, di samping dari peningkatan sektor investasi, kesehatan, pendidikan dan produktifitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga nantinya diharapkan Simalungun berada pada posisi status pembangunan daerah dengan kategori tinggi di Sumut bahkan di Indonesia,” paparnya.

Luasnya wilayah Simalungun dan dengan segala keterbatasan, Bupati mengharapkan, seluruh elemen masyarakat dan stakeholder untuk bersinergi dan mengoftimalkan segala upaya, dengan memberdayakan semaksimal mungkin potensi yang ada dalam menunaikan tugas. (Rel/Zai)