Pemkab Taput akan Persiapkan Tim Protokol Kesehatan di Sinode Godang HKBP

Bupati Taput, Nikson Nababan.

Taput, Lintangnews.com | Pernyataan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Darwin Lumbantobing akan menunda berlangsungnya Sinode Godang pada bulan Oktober 2020 ini banyak menuai sorotan, baik dari masyarakat yang bukan HKBP dan birokrat.

Ada pun alasan dari Ephorus HKBP menunda pelaksanaan Sinode Godang disebabkan kondisi saat ini Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) sebagai lokasi berlangsungnya kegiatan banyak bertambah jumlah pasien yang terkena Covid-19 atau Virus Corona.

Menyikapi pernyataan Ephorus HKBP itu, salah seorang warga Taput yang bukan jemaat HKBP, M Tobing menuturkan, jika hal itu tak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, tidak mungkin dalam hal ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 lepas tangan.

“Kita berharap agar Sinode Godang HKBP bisa dilaksanakan karena mengingat akan persoalan HKBP yang dulu itu mengakibatkan chaos (kekacauan) tidak terulang kembali. Karena dulu seingat saya, gara-gara hal sepele menyebabak di Tarutung, Sipoholon dan gereja HKBP lainnya terjadi kubu-kubuan atau pengkotak kotakan,” ungkapnya, Kamis (10/9/2020).

Sementara itu, Ketua Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Taput, Nikson Nababan menuturkan, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ekstra ketat saat sebelum dimulai sampai dengan selesainya Sinode Godang HKBP tersebut.

“Bila perlu kami akan mengawal para peserta  baik itu saat masuk Taput sampai pulang ke daerahnya masing-masing. Kita akan persiapan tim protokol kesehatan di Sinode Godang HKBP ,” tegasnya.

Bupati Taput ini menegaskan, tak satupun para sinodestan atau peserta yang akan luput dari pengawasan pihaknya. Menurutnya, ini merupakan tugas dan tanggung jawab berat bagi Pemkab Taput selaku tuan rumah pelaksanaan berlangsungnya Sinode Godang atau pesta perhelatan pemilihan pemimpin gerejawi HKBP.

“Jadi siapa pun itu agar jangan pernah khawatir akan tindakan yang dilakukan Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Taput dalam pencegahan penyebaran Virus Corona,” papar Nikson mengakhiri. (Pembela)