Penambangan Batu Gunung di Parik Sabungan Disinyalir Tak Miliki Izin

Lokasi penambangan batu pegunungan di Nagori Parik Sabungan Perladangan Sidabang yang berbatasan dengan kawasan hutan Dolok Simarjarunjug.

Simalungun, Lintangnews.com | Penambangan terhadap bebatuan pegunungan di wilayah Nagori Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun disinyalir berlangsung tanpa memiliki izin.

Hal itu disampaikan Ketua LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Pemantau Keuangan Negara (PKN) Siantar-Simalungun, Barisman Simarmata, Rabu (22/1/2020).

“Setelah mendapat informasi, kita terjun langsung ke lokasi penambangan. Selain diduga tak mengantungi izin, penambangan terhadap bebatuan pegunungan sudah merembes ke kawasan hutan,” terang Barisman.

Diharapkan pihak Kehutanan dan instansi terkait perizinan segera melihat, serta meninjau lokasi penambangan. Sehingga dampak negatif dari aksi penambangan liar dapat teratasi.

Menurutnya, aksi penambangan batu pegunungan itu sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini belum ada penanganan yang serius oleh aparat pemerintahan, termasuk Kepolisian setempat.

Terkait informasi masyarakat ini, Pangulu Nagori Parik Sabungan Kecamatan Dolok Pardamean bermarga Purba tidak membantah. “Gak ada izinnya itu,” tulisnya via WhatsApp (WA) miliknya.

Sementara dari K Sidauruk selaku pengelola disebut bahwasanya penambangan itu bukan miliknya. Melainkan milik bermarga Saragih warga Pekan Baru, Provinsi Riau.

“Bukan saya pemiliknya, tetapi marga Saragih warga Pekan Baru. Sudah sejak tahun 2011 lalu beroperasi. Tapi saat ini, jika ada yang mengorder baru beroperasi. Saya hanya pengelolanya,” kelitnya.

Menurut Sidauruk, pihaknya pada tahun 2018 silam telah mengurus ijinnya. Dan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Simalungun telah merekomendasi ke Dinas Perizinan, tetapi sampai saat ini tak terbit. (Zai)