Penebangan Hutan Tanpa Ijin di Habinsaran Memakan Korban Jiwa

Pohon pinus yang menimpa korban hingga akhirnya meninggal dunia.

Toba, Lintangnews.com | Polsek Habinsaran Resor Toba melakukan penyelidikan atas peristiwa warga yang tertimpa pohon kayu di lahan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) oleh PT Toba Plup Lestari Tbk (TPL) Kamis (25/2/2021).

Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya melalui Kapolsek Habinsaran, Iptu Esron Napitupulu dan Kasubbag Humas, Aiptu Khairudin mengatakan, korban bernama Pondang Sitorus (62) warga Desa Sintadame, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba.

Aiptu Khairudin menuturkan, awalnya Kamis (25/2/2021) sekira pukul 14.00 WIB, korban sedang berada di lokasi penebangan kayu di lahan masyarakat yang akan dikelola menjadi PIR oleh PT TPL. Namun pohon pinus yang ditebang korban mengunakan mesin sinsaw justru menimpa dirinya.

“Diketahui korban bekerja pada Marlon Napitupulu yang beralamat di Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba. Ini mengakibatkan korban mengalami patah bagian kaki dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) HKBP Balige untuk mendapatkan pertolongan medis, namun meninggal dunia dalam perjalanan,” sebutnya, Jumat (26/2/2021).

Ini sesuai keterangan dari saksi yang diperiksa Polsek Habinsaran, yakni Nikson Manalu (53) warga Desa Tornagodang, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba yang sama-sama berada di lokasi kejadian bersama korban.

Aiptu Khairudin mengatakan, ini musibah kecelakaan kerja dan Unit Reskrim Polsek Habinsaran masih memeriksa saksi-saksi, serta melakukan lidik. Apabila ada motif lain dalam kejadian itu, akan disampaikan perkembangan kasusnya pada pimpinan Polres Toba.

Lokasi penebangan kayu.

Mengenai ijn penebangan hutan, Aiptu Khairudin mengatakan, masih dalam tahap lidik.

Sementara Antony Marpaung sebagai pemerhati lingkungan hidup mengatakan, secara hukum pidana KUHP sudah selayaknya dilidik peristiwa itu, sehingga terjadinya kematian dapat diketahui apakah karena kelalaian atau sebab lain.

Menurutnya, pihak penyidik juga dapat mengembangkannya ke status tanah di lahan penebangan apakah masuk kawasan hutan, konsesi PT TPL, tanah ulayat atau milik pribadi?

“Dari sisi lingkungan hidup, apakah kegiatan itu berdampak kepada lingkungan hidup di sekitar kawasan, khususnya bagi keberlangsungan hidup pertanian dan kelestarian Danau Toba. Hal ini penting dikembangkan secara rinci, apalagi jika dikaitkan dengan destinasi wisata,” ucap Antony.

Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya meminta supaya kasus itu ditarik ke Polres Toba dan jangan ditangani Polsek Habinsaran. Ini karena Kapolsek Habinsaran saat ini marga Napitupulu dan mafia ilegal loging juga bermarga yang sama (Napitupulu).

Akibatnya antara Kapolsek Habinsaran dan mafia ilegal loging membuat kasus itu karena kelalaian pekerjaan, bukan merujuk ke ijin penebangan dan apakah lokasi itu hutan,” paparnya. (Frengki)