Pengadaan Kamera CCTV di Dishub Toba Dilaporan ke Kejari                                                                                      

Warga Balige saat membuat laporan ke Kejari Toba Samosir.

Toba, Lintangnews.com | Warga Balige membuat laporan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Toba Samosir terkait adanya dugaan korupsi di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Toba.

Ada 2 hal yang dilaporkan, yakni mark-up pengadaan Closed Circuit Television (CCTV) di Dishub Toba tahun anggaran (Tta) 2014 melalui bidang lalu lintas yang beralamat di Jalan Soposurung, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.

Kedua, pemeliharaan fiktif CCTV di 8 titik tahun 2014 hingga 2020. Kejadian ini ternyata sudah diekspos oleh beberapa media online, namun kemudian redup.

“Modus operandi yang digunakan adalah dugaan mark-up atau penggelembungan harga pengadaan dan perawatan CCTV di 8 titik,” ujar Desi Gultom (45), warga Balige saat ditanya usai menyampaikan laporan ke kantor Kejari Toba Samosir, Senin (8/11/2021).

Kedelapan titik CCTV itu di depan kantor Dishub, Bundaran Balige, Simpang Jalan Gereja Balige, Pelabuhan Balige, depan SMK Negeri 1 Balige, Pasar Laguboti, Pasar Silimbat dan Pasar Porsea.

Desi menuturkan secara rinci, ada dugaan perawatan CCTV terus dianggarkan dari APBD Kabupaten Toba selama 5 tahun. Padahal sejak tahun 2015 telah diduga CCTV sudah tidak berfungsi lagi alias (rusak).

“Ada pun kerugian negara yang diakibatkan tindakan diduga korupsi itu sebesar Rp149 juta. Ini ditambahkan dengan biaya perawatan fiktif selama 5 tahun di delapan titik tersebut,” ungkapnya.

Usai menyampaikan laporan itu, Desi meminta agar Kejari Toba Samosir segera menindaklanjuti. Pasalnya, pengadaan dan perawatan CCTV merupakan upaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Toba, secara khusus Kota Balige.

“Kita minta Kejari Toba Samosir agar serius menangani kasus tersebut. Kita berharap, tindakan korupsi di Toba segera diberantas oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dengan tegas dan profesional,” ujarnya. (M Tupang )