Pengakuan Pelaku Pungli PDAM Tirta Lihou Berpotensi ‘Seret’ Kabag Hublang

Edison Saragih menggunakan rompi kuning saat digiring petugas dan Kabag Hublang PDAM Tirta Lihou, Rosnialan.

Simalungun, Lintangnews.com | Pelaku pungutan liar (pungli) program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di PDAM Tirta Lihou, Kabupaten Simalungun terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT), Edison Saragih berpotensi menyeret oknum Kabag Hubungan Langganan (Kabag Hublang), Rosnialan Damanik ke ranah hukum sebagai terpidana.

Pasalnya, menurut informasi dihimpun, aksi pungli yang dilakukan Edison itu atas perintah Rosnialan, agar melakukan pungutan dan menyetorkan sebesar Rp 1 juta per rumah tangga ke kantor PDAM Tirta Lihou.

“Kabag Hublang yang perintahkan kutip uang. Dia juga yang perintahkan pungutan di stor ke kantor sebesar Rp 1 juta per rumah tangga. Itu terjadi sekira bulan Juni – Oktober 2018 silam,” ucap sumber, Rabu (20/2/2019).

Menurut sumber yang layak dipercaya ini, pernyataan Edison S jika dirinya memungut pelanggan baru atas perintah Kabag Hublang merupakan pengakuannya ke penyidik dan telah ditandatanganinya guna menguatkan keterangan.

Dikatakan Edison juga ke penyidik, jika awalnya, dirinya ke kantor PDAM Tirta Lihou di Pematang Raya mau mengambil gaji. Lalu menemui Kabag Hublang. Selanjutnya diperintahkan untuk memberitahukan kepada calon pelanggan yang belum memasang air minum segera mendaftarkan sebagai penerima program MBR.

Edison lalu mempertanyakan syarat-syaratnya pada Rosnialan Damanik. Selanjutnya Rosnialan menjelaskan persyaratannya yakni, foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Juga harus bersedia membayar sebesar Rp 1juta per rumah tangga, maka diperbolehkan pemasangan sambungan rumah.

Sebelumnya diketahui Polres Simalungun melakukan OTT terhadap Edison Saragih saat melakukan transaksi dengan masyarakat Nagori Mariah Buttu, Kecamatan Silou Kahean.

Menurut Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan, jika Edison tertangkap melakukan pungli untuk biaya pemasangan pipa baru yang berpenghasilan rendah. Sementara diketahui pemasangan itu seharusnya gratis.

“Ini kita dalami setelah adanya laporan masyarakat yang mulai resah. Sesuai peraturan, pemasangan itu gratis. Tersangka yang memasang dan mengutip uangnya,” ungkap Kapolres pasca menggelar press release di Asrama Polres Simalungun, Rabu (7/11/2018) lalu .

Dalam OTT itu, personil Polres Simalungun berhasil menyita barang bukti menguatkan perbuatan Edison yakni, berupa uang tunai sebesar Rp 11,2 juta dan 1 unit handphone (HP) merek Vivo.

Pasal yang dipersangkakan terhadap Edison, yakni pasal 12 huruf e Undang – Undang pemberantasan korupsi junto pasal 64 KUHPidana tindak pidana korupsi.

Adanya informasi perkembangan penyidikan kasus OTT Polres Simalungun dinilai berpotensi menyeret Rosnialan, yang bersangkutan belum berhasil dimintai konfirmasinya. (zai)