Pengusaha Kuasai Ratusan Hektar Lahan Sitahoan dekat Kawasan Hutan

107
Bangunan rumah mirip vila di atas lahan Sitahoan dekat hutan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Simalungun, Lintangnews.com | Luas lahan di Huta Sitahoan, Nagori Sipangan Bolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, berdekatan dengan kawasan hutan mencapai ratusan hektar.

“Ada ratusan hektar di Sitahoan itu sudah dekat dengan hutan,” ungkap salah seorang warga mengaku boru Pakpahan, Sabtu (9/11/2019).

Warga Sitahoan menaruh heran, karena kondisi ratusan hektar lahan yang juga berdekatan ke lahan konsesi salah satu perusahaan swasta itu bisa dikelola sejumlah oknum masyarakat luar.

“Ke atas sedikit lagi kalau Sitahoan katanya punyanya. Sudah banyak di situ nama yang mengelola lahan. Ada dibuat KUHP 551,” jelas boru Pakpahan dalam bahasa daerah sembari tersenyum.

Sejumlah oknum masyarakat luar yang mengelola lahan tersebut di antaranya mantan calon Wali Kota Siantar inisial WS, MS, AGST dan seseorang bermarga Nainggolan.

“Yang dekat pinus sana punya si WS,” sebut warga lainnya seraya mengaku bermarga Zebua.

Lahan itu dikelola sejumlah oknum masyarakat luar Kecamatan Girsang Sipangan Bolon sudah berjalan selama 2 tahun.

“Sudah 2 tahun. Kalau punya MS yang lewat pohon eucalyptus itu lah,” kata bapak dari 2 anak tersebut.

Sejauh ini, di lahan ratusan hektar yang dikelola sejumlah oknum masyarakat luar melalui para pekerjanya menanami cabai, semangka dan jagung serta telah berdiri pendopo maupun cakruk sebagai tempat perteduhan.

“Kalau lahan MS itu yang ada jagungnya. Punya Nainggolan masuk ke dalam itu. Saya sudah 5 tahun di sini. Dulunya sama marga Manik oknum polisi menanam cabai. Saat ini ada 140 hektar,” katanya.

Untuk lahan yang dikelola MS luasnya berkisar 20 hektar lagi dan sebelumnya seluas 65 hektar.

“Yang 20 hektar itu sudah bersurat. Dulunya, karena gak ada orangnya bergeser ke majikan saya,” papar suami dari boru Simbolon tersebut.

Sementara, Pangulu Sipangan Bolon, Saham Sinaga saat dikonfirmasi via sambungan telepon seluler, Sabtu (9/11/2019) sekira pukul 19.20 WIB semula mengaku bingung dengan lokasi lahan.

“Itu lah bingungnya. Ada yang masuk Kelurahan Girsang dan ke Sipangan Bolon. Tetapi, yang kelola itu kebanyakan di pinggir jalan lintas. Gak sampai ke dalam,” ucapnya dengan nada terdengar lemas.

Disinggung mengenai keabsahan kepemilikannya, Saham menyampaikan, tidak berani campur tangan untuk lahan yang dikelola MS dulunya diperoleh dari Marihot Nainggolan. Dan Marihot Nainggolan mendapatkan lahan dari seseorang bermarga Sipayung.

“Dulunya dari marga Sipayung. Kemudian ke MS. Kalau suratnya gak berani mencampurinya. Ada suratnya tapi diketahui antara MS dengan Marihot Nainggolan. Sumber tanahnya dari Sipayung. Gak tau entah ada di bawah tangan,” jelasnya kepada wartawan.

Sedangkan untuk lahan yang dikelola AGST, WS dan bermarga Nainggolan, Saham mengatakan, sudah ada surat dari Pangulu terdahulu.

“Itu dari Pangulu sebelumnya, J Sinaga pada tahun 2000. Ada juga yang dari Jabanten Damanik melalui anaknya dijual dan sudah akta notaris,” tukasnya. (Zai)