Penyaluran Bibit Jagung dari PT TPL ke Pemkab Toba Terkesan ‘Kucing-Kucingan’

Surat berita acara serah terima bantuan PT TPL kepada Pemkab Toba dan ucapan terima kasih.

Toba, Lintangnews.com | PT Toba Plup Lestari Tbk (TPL) melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) menyalurkan bantuan bibit jagung Pioneer 32 sebanyak 720 kilogram, Senin (26/7/2021).

Bantuan itu bukti kepedulian perusahaan penghasil plup itu untuk pengembangan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

PT TPL direncanakan akan menyalurkan bibit jagung sebanyak 1,8 ton (1 800 kg), dimana tahap pertama sebanyak 720 kilogram. Bibit jagung ini akan disalurkan pada masyarakat untuk penanaman di lahan kering.

Warga Porsea, Budi Hutagaol mengatakan, seharusnya PT TPL dalam penyerahan bantuan bibit jagung itu transparan, karena dana CSR seharusnya langsung menyentuh kepada masyarakat tanpa ada perantara dan jangan dalam penyerahannya beberapa tahap.

“1.080 kilogramnya kapan diberikan? Karena ini akan menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat luas. Pemerintah jangan main ‘kucing-kucingan’ dengan pihak PT TPL. Kualitas bibit jagung yang diberikan pihak perusahaan harus benar-benar berkualitas,” ucapnya saat diwawancara awak media, Selasa (27/7/2021).

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemkab Toba, Eston Sihotang mengatakan, sasaran sesuai dengan jumlah yang diberikan adalah 1.800 kilogram.

“Peruntukan teknis untuk berapa petani atau lahannya, nanti akan kita serahkan pada Dinas Pertanian (Dinas). Karena Sekretariat Daerah hanya menangani masalah bagaimana caranya dana CSR tersalur kepada masyarakat masalah teknis itu akan diserahkan kepada Organisaai Perangkat Daerah (OPD) yang menangani,” ucapnya di ruang kerjanya.

Menurutnya, karena pada saat ini juga sedang dilakukan pembagian bibit ke Kecamatan-Kecamatan untuk IP2 pasca panen padi, maka momen itu juga dipakai panitia di bawah pimpinan Asisten II Litbang dan Pembangunan.

“Selain itu kita juga melakukan sosialisasi melalui instansi teknis yaitu Distan. Kemudian kami sampaikan juga melalui DPRD Toba jika kegiatan itu ada. Jadi kami harapkan semua pihak bisa mendukung kegiatan ini guna perbaikan ekonomi di masa pandemi Covid-19,” terangnya.

Pada program itu salah satunya yang digaungkan adalah bagaimana pemulihan ekonomi bisa dilakukan setiap pemerintahan daerah secara nasional.

Eston menambahkan, untuk persyaratan mendapatkan bibit jagung itu tentunya masyarakat mempunyai lahan dengan alas hak yang jelas. Ini agar memiliki kepastian lahan itu milik sendiri. Selanjutnya mengajukan permohonan ke Distan.

“Nanti akan dianalisa oleh tim atau panitia calon lahan yang mana, berapa luasnya dan banyak bantuan bibitnya. Cara seperti itu lah penyaluran bibit, sehingga diharapkan efektif, tepat sasaran, tepat guna dan tepat waktu,” pungkasnya.

Diketahui bantuan bibit jagung masih disimpan di kantor Bupati. Seharusnya bibit jagung harus dibagikan langsung pada masyarakat, bukan ke kantor Bupati.

Sementara Asisten II, Sahat Manullang ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler tidak aktif. (Frengki)