Persiapan Logistik Pemilu 2019 untuk Siantar Aman

Siantar, Lintangnews.com | Surat suara Calon Presiden dan Wakil Presiden beserta Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah tiba di Kota Siantar pada Selasa (26/3/2019) sekira pukul 21.00 WIB.

Surat suara ini dibungkus rapi di dalam kardus. Kardus yang berisikan surat suara sementara disimpan di dalam satu ruangan yang terkunci.

Komisioner KPUD Kota Siantar Bidang Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat Nurbaiyah Siregar menyampaikan, surat suara yang baru tiba itu mulai dilipat besok Kamis (28/3/2019). Petugas sortir dan pelipatan mencakup dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan dibantu staf pegawai  KPUD.

“Kita mulai menyortir dan melipat surat suara besok. Saat ini semua sudah kita simpan rapi di ruangan logistik,”ujarnya saat ditemui sejumlah awak media di ruangan kerjanya, Rabu (27/3/2019).

Nurbaiyah menjelaskan, seperti biasa pelipatan nanti akan berlangsung di Gedung Dharma Wanita Jalan Porsea.

Untuk jumlah surat suara Capres dan Cawapres bewarna abu-abu ada sebanyak 182.681 dan dibungkus di dalam 92 kardus. Sementara, untuk surat suara DPD bewarna merah jumlahnya juga sama yang dibungkus di dalam 366 kardus.

“Kita upayakan pengerjaan untuk lipat surat suara siap paling lama 1 minggu. Kita upayakan Senin ini telah selesai,”katanya.

Nurbaiyah memastikan untuk logistik persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 telah aman tersedia. Ia menjelaskan, seluruh logistik keperluan pemilihan akan diedarkan pada 16 April 2019.

Saat disinggung tentang kotak suara yang rusak, Nurbaiyah menilai tidak akan lama lagi akan datang penggantinya dari pusat.

“Pasti datang. Karena nanti dikirim kepada seluruh KPUD yang mengajukan kotak suara yang rusak. Untuk logistik di Siantar kategori aman dan tak ada kendala,” ungkapnya sembari jelaskan jika surat suara kalau tidak datang, persediaan KPUD Siantar masih mencukupi.

Dijelaskannya, KPUD Siantar telah selesai melipat surat suara Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota, Provinsi dan DPR-RI.

Sedangkan untuk persyaratan memilih dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Nurbaiyah menjelaskan pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dapat memilih menggunakan e- KTP. Pemilih tersebut masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Nurbaiyah menjelaskan, DPK adalah pemilih yang tidak terdaftar di DPT maupun DPTb, tetapi punya hak untuk memilih dibuktikan dengan e-KTP. Pemilih yang masuk dalam DPK tersebut dapat memilih sesuai dengan alamat atau domisili yang tercatat di e-KTP.

“Kalau domisilinya di Siantar misalnya. Dilihat lagi, di Siantar di Kelurahan atau Kecamatan mana. Bisa jadi kan, ada orang yang punya KTP di Sitalasari tinggalnya di Siantar Barat,” kata Nurbaiyah.

Dengan membawa e-KTP, pemilih boleh mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos dari pukul 12.00-13.00 WIB. “Pemilih ber-KTP Siantar Barat tidak boleh memilih di Kecamatan Siantar Selatan. Dia harus memilih sesuai alamat yang tertera di KTP nya,” jelasnya

Nurbaiyah memastikan pemilih DPK syaratnya mutlak membawa e-KTP untuk memilih  ke TPS. Tidak diperbolehkan dengan hanya membawa KK (Kartu Keluarga) atau surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Sampai saat ini regulasi yang mengatur masih e-KTP. Kalau surat keterangan atau KK belum ada. Tapi gak tau kalau ada regulasi yang baru nanti. Saat ini masih e-KTP,” tutupnya. (elisbet)